Bebe: Tim Kecil dari Afrika yang Siap Mengguncang Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Mantan pemain Manchester United, Bebe, memprediksi Cabo Verde akan tampil kompetitif di Piala Dunia 2026 meski berstatus debutan.
- Tim berjuluk Blue Sharks ini mengandalkan pemain diaspora Eropa dan strategi bertahan-kontra cepat untuk meladeni raksasa seperti Spanyol dan Uruguay.
- Kisah Bebe mencerminkan fenomena naturalisasi yang juga marak di sepak bola Indonesia, membuka peluang bagi pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional.
Mantan pemain sayap Manchester United, Bebe, menegaskan bahwa Cabo Verde bukanlah tim yang bisa diremehkan di Piala Dunia 2026. Meski baru pertama kali lolos ke putaran final, negara kepulauan di Samudra Atlantik ini memiliki ambisi besar untuk bersaing di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Bebe, yang lahir di Portugal dan sempat membela timnas muda Portugal, memilih membela Cabo Verde pada 2022 setelah tidak mendapat panggilan dari tim senior Portugal. Keputusan itu membawanya ke Piala Dunia, meski ia akhirnya tidak masuk dalam skuad 26 pemain yang diumumkan pelatih Bubista. Meski kecewa, Bebe tetap bangga bisa menjadi bagian dari sejarah sepak bola Cabo Verde.
โSaya mewakili Portugal di level U-20 dan U-21, tetapi tidak berhasil menembus tim senior. Saya keturunan Cabo Verde, dan ketika mendapat panggilan, saya tidak berpikir dua kali,โ ujar Bebe dalam wawancara dengan FIFA. Ia mengaku tumbuh dalam budaya Cabo Verde di rumah, termasuk bahasa Kreol, makanan, dan musik.
Fenomena naturalisasi pemain diaspora seperti Bebe menjadi strategi utama Cabo Verde. Federasi sepak bola negara itu aktif merekrut pemain keturunan yang lahir di luar negeri, terutama di Eropa. Langkah ini terbukti efektif: dari 10 pertandingan kualifikasi, Cabo Verde hanya kalah dua kali dan berhasil mengamankan tiket ke Amerika Utara. Bebe sendiri hanya tampil dalam empat laga kualifikasi, tetapi kontribusinya dianggap penting dalam membangun mentalitas tim.
Bebe menggambarkan gaya bermain Cabo Verde sebagai tim yang solid secara defensif dan berbahaya dalam serangan balik. โKami kuat di lini belakang dan kompak. Kami bertahan dengan baik, lalu melancarkan serangan cepat dari sisi sayap. Di depan, ada pemain yang bagus dalam situasi satu lawan satu,โ jelasnya. Strategi ini mirip dengan pendekatan tim-tim Afrika lain yang sukses di Piala Dunia, seperti Senegal dan Maroko.
Bagi Indonesia, kisah Cabo Verde memberikan pelajaran berharga. Timnas Indonesia juga tengah gencar menaturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat skuad Garuda. Keberhasilan Cabo Verde menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang, negara kecil pun bisa bersaing di panggung global. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 dan berambisi tampil di Piala Dunia senior.
Bebe mengakui bahwa perjalanan Cabo Verde ke Piala Dunia tidak mudah. โKualifikasi sangat berat. Kami harus bersaing di Kualifikasi Piala Afrika sekaligus, dengan perjalanan jauh, cuaca panas, dan makanan berbeda. Tapi kami pantas lolos,โ kenangnya. Ia yakin timnya akan tampil tanpa beban dan menikmati setiap momen.
Pertandingan pertama Cabo Verde melawan Spanyol akan menjadi ujian berat. Namun, Bebe percaya timnya bisa memberikan kejutan. โKami negara kecil, tapi bukan tim yang mudah dikalahkan. Kami akan bertanding, dan saya yakin kami akan melakukannya,โ tegasnya. Dengan semangat underdog yang kuat, Cabo Verde siap menuliskan sejarah baru di Piala Dunia 2026.



