Mijo Dadic Siap Kembali ke Indonesia: Bek Tangguh Persiba Kini Berlisensi UEFA Pro
Baca dalam 60 detik
- Mijo Dadic, mantan bek Persiba Balikpapan, menyatakan siap melatih klub Indonesia setelah meraih lisensi UEFA Pro.
- Ia terinspirasi kesuksesan Bojan Hodak di Persib Bandung dan merasa modal budaya serta bahasa Indonesia menjadi keunggulan.
- Dadic telah menempuh karier kepelatihan di Kroasia selama 11 tahun, termasuk membawa tim juara Liga Kroasia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7344583/original/081967600_1780127018-IMG-20260507-WA0031.jpg)
Mijo Dadic, bek tangguh yang pernah membela Persiba Balikpapan di era Indonesia Super League, kini siap kembali ke Tanah Air—bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Pria asal Kroasia berusia 44 tahun itu telah mengantongi lisensi kepelatihan tertinggi UEFA Pro dan mengaku tak sabar menantikan tawaran dari klub Indonesia.
Dadic bukan nama asing bagi penggemar sepak bola Indonesia era 2009–2014. Bersama Persiba, ia menorehkan prestasi terbaik dalam sejarah klub dengan membawa Beruang Madu finis di peringkat ketiga ISL musim 2009/2010. Kenangan manis itu masih membekas, dan ia mengaku sangat merindukan atmosfer sepak bola Indonesia. "Sungguh luar biasa bisa tinggal dan bermain di ISL selama lima tahun. Kenangan indah dari saat Persiba Balikpapan meraih kesuksesan bersejarah hingga momen-momen indah bersama Deltras Sidoarjo dan Pelita Bandung Raya," kenangnya.
Sejak gantung sepatu, Dadic tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia sepak bola. Karier kepelatihannya dimulai pada 2015, saat ia masih aktif bermain di kasta kedua Kroasia. Ia dipercaya menangani tim U-19 HNK Orijent. Selama 11 tahun, ia melewati seluruh jenjang kepelatihan: dari direktur akademi di klub kasta pertama dan kedua Liga Kroasia, hingga menjadi anggota staf kepelatihan NHK Rijeka yang sukses membawa tim juara Liga Kroasia tahun lalu. Kini, ia menjabat sebagai pelatih di liga kedua sekaligus direktur akademi di Kroasia.
Meski berkarier di Eropa, Dadic tetap memantau perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai kompetisi domestik kian kompetitif dan berkembang pesat. Salah satu sosok yang menginspirasinya adalah Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung yang juga berasal dari Kroasia. Keduanya memiliki hubungan dekat: Hodak pernah melatih Dadic saat bermain untuk Kelantan FA di Malaysia pada 2012, dan sukses meraih treble domestik. "Tentu saja, saya mengikuti dengan sangat intensif. Teman dekat saya dan orang yang melatih saya di Malaysia adalah Bojan Hodak, yang telah meraih kesuksesan luar biasa bersama Persib. Kami sering saling menghubungi dan berkomunikasi," ungkap Dadic.
Dadic sadar bahwa dirinya memiliki keunggulan dibanding pelatih asing baru lainnya. Selain modal teknis, ia telah mengenal budaya Indonesia dan masih fasih berbahasa Indonesia. "Tentu saja saya memiliki ambisi menjadi pelatih di Indonesia di masa depan. Saya tahu mentalitas masyarakatnya, tradisi, adat istiadat, dan segala sesuatu yang khas dari negara tersebut," ucapnya. Ia menambahkan, "Tentu saja saya juga masih menguasai Bahasa Indonesia, yang merupakan keuntungan besar saya. Saya menantikan tantangan baru di masa depan."
Indonesia memang menjadi destinasi ramah bagi pelatih asal Balkan. Sebelum Hodak, nama-nama seperti Milomir Seslija, Darije Kalezic, Dejan Antonic, hingga legenda Antun Pogacnik—yang membawa Timnas Indonesia ke semifinal Asian Games 1954 dan Olimpiade Melbourne 1956—telah menorehkan sejarah. Kini, Mijo Dadic siap menulis babak baru. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang kesuksesan Hodak dan membawa klub Indonesia berjaya? Jawabannya akan terjawab jika ada klub yang berani merekrutnya.



