Iran Pindahkan Markas Piala Dunia ke Meksiko, Visa Pemain Masih Jadi Ganjal
Baca dalam 60 detik
- FIFA menyetujui permintaan Iran untuk menggeser kamp latihan Piala Dunia dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko, menyusul kekhawatiran keamanan akibat konflik Timur Tengah.
- Keputusan ini memangkas waktu tempuh ke lokasi pertandingan di Los Angeles menjadi hanya 55 menit, namun masih bergantung pada penyelesaian masalah visa bagi pemain dan ofisial.
- Iran mengajukan 10 syarat partisipasi, termasuk jaminan visa bagi mereka yang memiliki afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang berpotensi berbenturan dengan kebijakan imigrasi AS.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengumumkan bahwa FIFA telah memberikan lampu hijau untuk memindahkan basis kamp latihan tim nasional Iran pada Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran keamanan yang membayangi partisipasi Iran di turnamen yang akan digelar di tiga negara tersebut.
Menurut Taj, Iran akan menempati kamp di Tijuana, kota perbatasan Meksiko yang berdekatan dengan Samudra Pasifik. Pemindahan ini dilakukan setelah serangkaian pertemuan dengan pejabat FIFA dan panitia penyelenggara di Istanbul, serta webinar dengan Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom. Meski demikian, perubahan lokasi ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari FIFA.
Keputusan ini tidak lepas dari situasi keamanan yang memburuk akibat perang di Timur Tengah. Sebelumnya, Iran sempat dihadapkan pada ketidakpastian partisipasi karena kekhawatiran terkait keselamatan tim. Saat ini, skuad Iran tengah menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki selatan, sambil menunggu proses visa rampung.
Masalah visa menjadi isu krusial lainnya. Taj mengungkapkan bahwa pemain masih menanti penerbitan visa untuk turnamen yang dimulai 11 Juni. FFIRI telah menyodorkan 10 persyaratan kepada FIFA, termasuk jaminan visa bagi pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Langkah ini dipandang sebagai respons atas pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menegaskan bahwa individu dengan keterkaitan IRGC dapat menghadapi pembatasan masuk.
โSemua kamp latihan tim peserta Piala Dunia harus mendapatkan persetujuan FIFA. Berkat permintaan yang kami ajukan dan pertemuan intensif, permohonan kami untuk mengubah basis dari AS ke Meksiko disetujui,โ ujar Mehdi Taj dalam konferensi pers.
Ketegangan dengan pihak berwenang Amerika Utara bukanlah hal baru bagi Iran. Pada April lalu, Taj sendiri ditolak masuk ke Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver karena dugaan keterkaitan dengan IRGC. Beberapa anggota skuad Iran telah mengunjungi Kedutaan Besar AS di Ankara pada Kamis lalu untuk mengajukan visa, menandakan upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Keputusan Iran untuk pindah ke Meksiko mencerminkan kompleksitas politik dan logistik dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang melibatkan tiga negara. Ke depannya, penyelesaian masalah visa dan jaminan keamanan akan menjadi faktor penentu apakah Iran dapat tampil penuh tanpa hambatan administratif.



