Tottenham Siapkan Rekor Transfer Demi Gantikan Legenda: Incar Gelandang Rp2 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan siap mengeluarkan dana hingga £100 juta (sekitar Rp2 triliun) untuk merekrut gelandang Brighton, Carlos Baleba, pada bursa transfer musim panas ini.
- Pelatih Roberto De Zerbi melihat Baleba sebagai penerus ideal Mousa Dembele berkat kemiripan gaya bermain, terutama dalam membawa bola dan duel fisik.
- Persaingan dengan Manchester United dan tekanan finansial menjadi tantangan bagi Spurs yang tengah berjuang bangkit dari musim buruk.

Tottenham Hotspur dikabarkan siap memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkan gelandang Brighton & Hove Albion, Carlos Baleba, pada bursa transfer musim panas mendatang. Klub asal London Utara itu disebut rela merogoh kocek hingga £100 juta atau setara Rp2 triliun untuk memboyong pemain berusia 22 tahun tersebut, yang dinilai sebagai pewaris ideal legenda klub, Mousa Dembele.
Keputusan ini tak lepas dari situasi sulit yang dihadapi Spurs sepanjang musim 2025/26. Hingga pekan-pekan terakhir, tim besutan Roberto De Zerbi hanya mampu meraih tiga kemenangan kandang di Premier League. Namun, kehadiran De Zerbi sejak beberapa pekan lalu memberikan sedikit harapan—catatan hanya dua kekalahan dalam tujuh laga terakhir menjadi modal untuk musim depan. Manajemen Spurs pun mulai bergerak cepat menyusun daftar target, dengan Baleba menjadi prioritas utama di lini tengah.
Menurut laporan The Independent, De Zerbi sangat menginginkan reuni dengan mantan anak asuhnya di Brighton. Namun, ambisi Spurs tak akan mudah terwujud. Manchester United juga dikabarkan masih memantau situasi Baleba, sehingga potensi perang harga di meja negosiasi tak terhindarkan. Brighton sendiri, yang kini ditangani Fabian Hurzeler, mematok banderol selangit—£100 juta—sebagai bentuk perlindungan atas aset berharga mereka.
Perbandingan dengan Mousa Dembele bukan tanpa alasan. Semasa membela Spurs sejak 2012, Dembele tampil dalam 249 pertandingan dan menjadi salah satu gelandang paling dihormati di Premier League. Kemampuannya membawa bola melewati lawan serta dominasi fisik menjadi ciri khas yang hingga kini dirindukan suporter. Baleba, yang pernah disebut "world-class" oleh analis Ryan Adsett, menunjukkan statistik serupa: 58% dribel sukses dan 5,5 duel darat per 90 menit. Angka-angka itu membuatnya layak dianggap sebagai "Dembele baru" di mata De Zerbi.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk dicermati. Jika transfer jadi terealisasi, Baleba akan menjadi salah satu pemain termahal asal Afrika yang bermain di Premier League. Hal ini bisa memicu minat klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih gencar memantau perkembangan pemain-pemain Kamerun dan Afrika pada umumnya. Selain itu, persaingan transfer antara Tottenham dan Manchester United mengingatkan pada rivalitas bisnis sepak bola global yang kerap berdampak pada harga pasar pemain di kawasan Asia.
Meski demikian, risiko tetap membayangi. Rekor transfer klub sebesar £100 juta berarti beban ekspektasi yang sangat tinggi. Kegagalan beradaptasi bisa menjadi bumerang, seperti yang dialami beberapa pemain mahal sebelumnya. Namun, jika Baleba mampu meniru konsistensi Dembele, investasi ini bisa menjadi titik balik kebangkitan Tottenham. Pertanyaan besarnya: akankah De Zerbi dan manajemen Spurs berani mengambil risiko demi sebuah reuni yang bisa mengubah sejarah?



