Tuchel Panggil Skuad Piala Dunia Penuh Kejutan, Tepis Tradisi Southgate
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengumumkan skuad Piala Dunia 2026 dengan sejumlah keputusan kontroversial, termasuk mengabaikan Jude Bellingham dan Phil Foden.
- Keputusan tersebut menegaskan pendekatan berani Tuchel yang bertolak belakang dengan gaya konservatif pendahulunya, Gareth Southgate.
- Pemanggilan Ivan Toney dari Arab Saudi dan absennya Trent Alexander-Arnold menjadi sorotan utama dalam komposisi tim yang sarat risiko.

Thomas Tuchel secara resmi mengumumkan skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 dengan sejumlah kejutan yang langsung memicu perdebatan. Pelatih asal Jerman itu meninggalkan beberapa nama besar seperti Jude Bellingham, Phil Foden, dan Cole Palmer, serta memanggil Ivan Toney yang sudah setahun absen. Langkah ini menegaskan bahwa Tuchel tidak ragu mengambil keputusan sulit dan menempatkan dirinya sebagai antitesis dari pendahulunya, Gareth Southgate.
Keputusan paling mencolok adalah tidak disertakannya Bellingham meskipun pemain Real Madrid itu menyatakan keinginan untuk tampil. Tuchel juga mengonfirmasi bahwa Harry Maguire hanya menjadi pilihan kelima di lini belakang, sebuah pernyataan yang mengejutkan mengingat performa Maguire yang solid pada Maret lalu. "Kami memiliki spesialis untuk berbagai skenarioโsaat unggul, saat mengejar ketertinggalan, dan untuk situasi bola mati serta penalti," ujar Tuchel dalam konferensi pers.
Pemanggilan Ivan Toney menjadi sorotan utama. Striker Al-Ahli itu hanya mendapat dua menit bermain dalam laga uji coba setahun lalu dan kemudian diabaikan. Namun, 42 golnya di Liga Saudi musim ini dianggap cukup untuk menjadi pelapis Harry Kane. Keputusan ini mengindikasikan kekhawatiran terbesar Tuchel: bagaimana jika Kane cedera. Toney dinilai memiliki temperamen dingin dan keahlian penalti, meskipun kritik muncul karena ia tidak dipanggil dalam laga uji coba Maret lalu.
Di lini tengah, absennya Foden dan Palmer membuka jalan bagi Morgan Gibbs-White, Alex Scott, dan Kobbie Mainoo. Mainoo yang bangkit bersama Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick berhasil merebut tempat, sementara Adam Wharton dari Crystal Palace menjadi yang paling kecewa. Tuchel menekankan pentingnya elemen muda: "Kami memiliki enam pemain yang pernah juara bersama U-21, termasuk Mainoo dan Nico O'Reilly."
Pertahanan menjadi area paling rawan. John Stones, yang baru memulai empat laga Premier League musim ini, diandalkan sebagai starter. Jika cedera, Tuchel mungkin terpaksa memanggil Maguire. Reece James juga rentan cedera hamstring, sementara Dan Burn dari Newcastle dianggap lambat dan kurang nyaman menguasai bola. Keputusan memanggil Djed Spence daripada Trent Alexander-Arnold juga menuai kritik, mengingat Spence belum terbukti di level tinggi.
Tuchel membela pilihannya dengan mengatakan, "Skuad ini memiliki banyak pemain yang bersaing untuk tempat utama, memberi kami opsi rotasi berkualitas." Namun, dengan banyaknya keputusan berani, pelatih 51 tahun itu harus siap menanggung konsekuensi jika hasilnya tidak sesuai harapan. Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pendekatan anti-konvensionalnya.



