FIFA Beri Lampu Hijau: Tim Wanita Afghanistan di Pengasingan Kembali ke Kancah Internasional
Baca dalam 60 detik
- FIFA mengubah aturan agar tim sepak bola wanita Afghanistan di pengasingan bisa bertanding secara resmi.
- Skuad "Afghan Women United" sedang dibentuk melalui seleksi di Inggris dan Australia.
- Pertandingan internasional pertama tim ini direncanakan berlangsung pada Juni 2026.

FIFA secara resmi menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan pesepak bola wanita Afghanistan untuk kembali bertanding di kompetisi internasional resmi. Langkah ini menjadi titik balik bagi para atlet yang terpaksa hidup dalam pengasingan sejak kembalinya kekuasaan Taliban pada tahun 2021.
Detail Inisiatif dan Dukungan FIFA:
- Tim United Wanita Afghanistan: Pembentukan tim yang didukung FIFA untuk menyediakan kesempatan bermain terstruktur bagi para pemain di luar negeri.
- Kamp Seleksi Regional: FIFA saat ini sedang mengadakan kamp seleksi di Inggris dan Australia untuk membentuk skuad terbaru.
- Dukungan Pemain: Sebanyak hampir 90 pemain menerima paket dukungan individu dari FIFA.
- Jadwal Pertandingan: Tim ini dijadwalkan akan melakoni pertandingan perdana pada jendela internasional wanita bulan Juni mendatang.
Latar Belakang Krisis
Sejak tahun 2021, otoritas Taliban telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan, termasuk dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan olahraga. Hal ini memaksa banyak atlet wanita untuk melarikan diri dari negara tersebut guna menyelamatkan karier dan nyawa mereka.
| Poin Utama | Keterangan |
|---|---|
| Evakuasi 2021 | FIFA membantu mengevakuasi lebih dari 160 pemain, ofisial, dan pembela hak asasi manusia dari Afghanistan. |
| Status Tim Nasional | Tim wanita Afghanistan belum pernah memainkan laga kompetitif resmi sejak jatuhnya pemerintahan lama pada 2021. |
| Tujuan Inisiatif | Memungkinkan asosiasi anggota yang tidak bisa mendaftarkan tim di dalam negeri untuk tetap berkompetisi melalui jalur koordinasi khusus. |
"Tujuan kami adalah memberdayakan mereka untuk melangkah ke tahap berikutnya, berkoordinasi dengan konfederasi terkait," ungkap Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Keputusan ini merupakan respons atas desakan berkelanjutan dari para advokat sepak bola wanita yang berargumen bahwa para pemain di pengasingan tidak seharusnya kehilangan karier internasional mereka akibat pembatasan politik di tanah air mereka.



