Bersiul dan Cemooh Sambut Trump saat Beri Trofi Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump mendapat sambutan negatif dari penonton saat menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada Spanyol di MetLife Stadium.
- Insiden ini menambah daftar kontroversi seputar keterlibatan Trump dalam turnamen, termasuk permintaan 'meninjau' kartu merah pemain AS dan penerimaan FIFA Peace Prize.
- Piala Dunia 2026 juga mencatat sejarah dengan pertunjukan paruh waktu pertama yang dimeriahkan oleh Madonna, BTS, dan Justin Bieber.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat sambutan dingin dari puluhan ribu penonton saat ia naik ke podium untuk menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada tim nasional Spanyol, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Alih-alih tepuk tangan, suara siulan dan cemooh menggema di Stadion MetLife, New Jersey, begitu Trump muncul bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.
Spanyol berhasil mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada laga final yang berlangsung ketat. Namun momen yang paling menyita perhatian justru terjadi setelah pertandingan usai, ketika Trump dan Infantino bersama-sama memberikan trofi kepada kapten Spanyol. Rekamannya memperlihatkan Infantino sempat mencoba mengarahkan Trump untuk minggir agar para pemain bisa merayakan kemenangan tanpa halangan.
Meski disambut permusuhan, Trump tetap melambaikan tangan ke arah tribun. Sebelum laga, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku sempat meragukan antusiasme publik Amerika terhadap sepak bola. “Saya bilang ke Infantino, Amerika bukan negara sepak bola. Tapi ternyata kami adalah negara sepak bola,” ujarnya. Ia juga memuji turnamen tersebut sebagai sesuatu yang “indah untuk disaksikan”.
Kontroversi seputar keterlibatan Trump dalam Piala Dunia 2026 tidak berhenti di situ. Beberapa pekan sebelumnya, Trump mengakui telah menelepon Infantino untuk meminta “peninjauan” atas kartu merah dan skorsing yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun. Akibatnya, Balogun tetap bisa bermain di babak 16 besar melawan Belgia. Namun AS tetap kalah telak 4-1, dan para pemain Belgia dilaporkan mengejek gerakan dansa khas Trump dari kampanye pemilu 2024.
Pada Desember 2025, FIFA memicu perdebatan dengan memberikan Trump penghargaan perdana FIFA Peace Prize. Infantino saat itu menyatakan, “Anda benar-benar pantas mendapatkan penghargaan ini atas aksi Anda. Anda bisa mengandalkan dukungan saya dan seluruh komunitas sepak bola untuk membantu Anda mewujudkan perdamaian.” Langkah ini dikritik banyak pihak karena dianggap politis dan tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga.
Di sisi lain, final Piala Dunia 2026 juga mencatat sejarah dengan pertunjukan paruh waktu pertama dalam turnamen ini. Sebuah spektakel selama 11 menit yang dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, menampilkan Madonna, BTS, Justin Bieber, dan Shakira. Sebelum kick-off, Robbie Williams membawakan lagu resmi FIFA “Desire” bersama Nicole Scherzinger dan Laura Pausini. Tom Cruise juga naik ke lapangan untuk menyampaikan pidato singkat, mengatakan bahwa “sepak bola tidak mengenal bahasa” dan merayakan persatuan yang dibawa turnamen.
Bagi Indonesia, gelaran Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tontonan global yang sarat pesan politik. Keterlibatan langsung Trump dalam ajang olahraga terbesar dunia menunjukkan bagaimana sepak bola kerap menjadi panggung diplomasi dan kontroversi. Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah FIFA akan tetap mempertahankan hubungan dekat dengan tokoh politik kontroversial, atau justru menjauh untuk menjaga kredibilitas organisasi.



