Vozinha dan Haaland Masuk Tim Impian Piala Dunia Versi Penggemar
Baca dalam 60 detik
- Kiper Cape Verde, Vozinha, dan penyerang Norwegia, Erling Haaland, terpilih dalam FIFA World Cup Dream Team berdasarkan suara penggemar.
- Vozinha mengungguli Unai Simon yang meraih Golden Glove berkat penampilan gemilangnya meski tanpa klub saat turnamen.
- Haaland mencetak tujuh gol dalam lima laga dan membawa Norwegia ke perempat final pertama mereka.

FIFA merilis tim impian Piala Dunia versi penggemar, dan dua nama mengejutkan muncul di dalamnya: kiper Cape Verde, Vozinha, serta penyerang Norwegia, Erling Haaland. Keduanya berhasil menggeser bintang-bintang besar berkat performa luar biasa yang membawa tim mereka melangkah lebih jauh dari prediksi.
Vozinha, yang berusia 40 tahun dan tidak memiliki klub setelah meninggalkan Chaves di kasta kedua Portugal sebelum turnamen, memuncaki pemungutan suara kiper dengan 39,6 persen. Ia menyingkirkan Unai Simon dari Spanyol yang justru memenangkan Golden Glove—penghargaan yang dipilih oleh kelompok teknis FIFA. Penampilan apik Vozinha termasuk tujuh penyelamatan saat Cape Verde menahan juara bertahan Spanyol tanpa gol di fase grup, serta aksinya memaksa Argentina—yang akhirnya menjadi finalis—melaju hingga babak perpanjangan waktu di babak 32 besar.
Sementara itu, Haaland meraih 27,5 persen suara untuk posisi penyerang setelah memimpin Norwegia ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Penyerang Manchester City itu mencetak tujuh gol dalam lima penampilan, termasuk dua gol saat Norwegia mengeliminasi Brasil—juara lima kali—dengan skor 2-1 di babak 16 besar, sebelum langkah mereka dihentikan Inggris.
Tim impian ini juga diisi oleh nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Jude Bellingham. Di lini belakang, terdapat Pedro Porro (Spanyol), Lisandro Martinez (Argentina), Dayot Upamecano (Prancis), dan Marc Cucurella (Spanyol). Lini tengah dihuni Rodri (Spanyol), Michael Olise (Prancis), dan Jude Bellingham (Inggris). Sementara di depan, Messi dan Mbappe menemani Haaland.
Bagi Indonesia, kehadiran Vozinha dan Haaland dalam tim impian ini menjadi pengingat bahwa Piala Dunia selalu menyajikan kejutan. Kiper tanpa klub yang tampil heroik dan penyerang muda yang memecahkan rekor menunjukkan bahwa talenta bisa muncul dari mana saja. Ini juga menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional: kerja keras dan strategi yang tepat bisa membawa tim kecil melangkah jauh, seperti yang dilakukan Cape Verde dan Norwegia.
Ke depan, apakah fenomena seperti Vozinha dan Haaland akan semakin sering terjadi? Ataukah dominasi tim-tim besar akan kembali menguat? Yang jelas, edisi Piala Dunia kali ini telah membuktikan bahwa sepak bola tetap menjadi panggung bagi para underdog untuk bersinar.



