Pesta Gol 10 di Miami: Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Mbappe Ukir Rekor
Baca dalam 60 detik
- Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, dengan hat-trick Bukayo Saka dan tujuh gol Jude Bellingham di turnamen.
- Kylian Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol, melewati rekor Lionel Messi, sekaligus memimpin perburuan Sepatu Emas.
- Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan level atas, memberi gambaran tentang standar yang harus dikejar sepak bola nasional.

Pertandingan perebutan medali perunggu Piala Dunia 2026 berubah menjadi panggung pertunjukan ofensif yang langka: Inggris menundukkan Prancis dengan skor 6-4 di Miami, Minggu dini hari WIB. Laga yang berlangsung di bawah suhu ekstrem ini tidak hanya menghasilkan sepuluh gol, tetapi juga melahirkan rekor baru saat Kylian Mbappe mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Sejak menit awal, Inggris tampil agresif. Declan Rice membuka keunggulan dengan tembakan jarak jauh pada menit ketiga, disusul sundulan Ezri Konsa yang menggandakan skor. Bukayo Saka kemudian mencetak dua gol—satu lewat serangan balik cepat dan satu lagi di masa injury time babak pertama—membawa Inggris unggul 4-0. Penampilan Prancis di babak pertama disebut "bencana" oleh pelatih Didier Deschamps dalam wawancara dengan M6. Ia melakukan sejumlah pergantian pemain di awal babak kedua, termasuk memasukkan Ousmane Dembele dan Bradley Barcola.
Hasilnya langsung terasa. Mbappe mencetak gol kesembilannya di turnamen ini, memantapkan posisinya di puncak klasemen Sepatu Emas. Tak lama berselang, Barcola memperkecil ketertinggalan, dan Mbappe kembali mencetak gol—kali ini menjadi gol ke-22 sepanjang karier Piala Dunianya—melewati rekor Lionel Messi. Prancis sempat menyia-nyiakan beberapa peluang, namun Inggris mendapat hadiah penalti setelah Malo Gusto menjatuhkan Djed Spence. Saka yang maju sebagai eksekutor sukses melengkapi hat-trick-nya. Dembele sempat memperkecil skor menjadi 5-4, namun Jude Bellingham memastikan kemenangan dengan gol individu gemilang yang menjadi gol ketujuhnya di turnamen—sebuah rekor baru untuk pemain Inggris dalam satu edisi Piala Dunia.
Bagi Inggris, finis di posisi ketiga merupakan pencapaian terbaik sejak menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, kekecewaan tetap membayangi setelah mereka kalah dramatis dari Argentina di semifinal. Sementara itu, bagi Deschamps, laga ini menjadi penutup masa baktinya sebagai pelatih Prancis. Ia membawa Les Bleus juara pada 2018 dan runner-up pada 2022, namun gagal memenuhi ekspektasi tinggi setelah start sensasional di turnamen ini.
Laga ini juga menjadi cermin bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Meski masih jauh dari panggung utama, pertandingan seperti ini menunjukkan pentingnya transisi cepat antara bertahan dan menyerang, serta ketahanan fisik di bawah tekanan. Pelatih timnas Indonesia dapat mempelajari bagaimana Inggris bangkit setelah kekalahan semifinal yang pahit, sementara kegagalan Prancis mempertahankan konsistensi menjadi pelajaran berharga tentang manajemen tekanan.
Argentina dan Spanyol akan bertanding di final pada Senin pagi WIB di East Rutherford, New Jersey. Pertanyaan besarnya: mampukah Argentina mempertahankan gelar, atau Spanyol akan mengukuhkan dominasi sepak bola Eropa? Bagi penggemar di Indonesia, ini adalah akhir pekan yang penuh dengan sepak bola kelas dunia—sekaligus pengingat betapa jauh perjalanan yang harus ditempuh untuk bisa bersaing di level tersebut.



