Mbappe vs Messi: Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Berakhir di Partai Final
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe memimpin perburuan Sepatu Emas dengan 10 gol, unggul dua atas Lionel Messi yang masih punya satu laga final.
- Jika Messi mencetak dua gol di final, ia akan merebut penghargaan berkat jumlah assist lebih banyak; jika tidak, Mbappe jadi pemain pertama yang meraihnya dua kali.
- Mbappe juga memimpin daftar pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol, hanya satu di depan Messi.

Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 memasuki babak penentuan yang mendebarkan. Dua megabintang, Kylian Mbappe dan Lionel Messi, masih terlibat duel sengit yang baru akan terjawab pada laga puncak antara Argentina dan Spanyol akhir pekan ini. Mbappe saat ini memimpin dengan koleksi 10 gol, setelah mencetak dua gol dalam kekalahan dramatis Prancis 4-6 dari Inggris pada perebutan tempat ketiga. Namun, Messi masih memiliki satu kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Jika Messi mampu mencetak dua gol di final, ia akan menyamai torehan Mbappe dan merebut Sepatu Emas berkat jumlah assist yang lebih banyak. Sebaliknya, jika Messi gagal melakukannya, Mbappe akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang memenangkan penghargaan pencetak gol terbanyak Piala Dunia sebanyak dua kali. Pertarungan ini menambah bumbu ekstra pada laga final yang sudah sarat gengsi.
Tak hanya Sepatu Emas, kedua pemain juga bersaing untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Mbappe kini memimpin dengan 22 gol, unggul satu gol atas Messi yang berada di posisi kedua. Angka ini menunjukkan betapa dominannya kedua pemain di panggung terbesar sepak bola dunia.
Prestasi Mbappe mencetak 10 gol dalam satu turnamen merupakan pencapaian langka. Sebelumnya, hanya Gerd Muller (1970) yang mampu menembus angka dua digit dalam satu edisi Piala Dunia pria. Capaian ini menempatkan Mbappe dalam jajaran elit pencetak gol sepanjang masa, bersama nama-nama seperti Just Fontaine, Sandor Kocsis, dan Ronaldo Brasil.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel Mbappe vs Messi menjadi tontonan yang tak boleh dilewatkan. Keduanya adalah ikon global yang telah menginspirasi jutaan pemain muda di Tanah Air. Persaingan mereka juga mengingatkan pada rivalitas klasik antara Cristiano Ronaldo dan Messi di masa lalu, namun kali ini terjadi di panggung Piala Dunia dengan taruhan gelar individu dan tim.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sama-sama memiliki ikatan emosional yang kuat dengan turnamen ini. Keduanya pernah menjadi bagian dari generasi emas negara masing-masing, dan kini mereka berhadapan di final. Scaloni, yang dulu menjadi asisten Jorge Sampaoli, kini berpeluang membawa Argentina juara dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol tidak hanya menentukan juara dunia, tetapi juga akan memutuskan siapa yang layak menyandang Sepatu Emas. Akankah Messi menambah koleksi trofi individunya, atau Mbappe akan mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pemain pertama yang meraih penghargaan tersebut dua kali? Semua akan terjawab dalam 90 menitโatau mungkin lebihโdi lapangan hijau.



