Berita Duka di Tengah Siaran Langsung: Micah Richards Tahu Ayahnya Meninggal Sesaat Sebelum Jadi Pundit Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek Timnas Inggris, Micah Richards, kehilangan ayahnya secara mendadak beberapa menit sebelum tampil sebagai pundit BBC di laga semifinal Piala Dunia 2026.
- Meski berduka, Richards memilih tetap bekerja karena yakin sang ayah, Lincoln, akan bangga melihatnya profesional di depan kamera.
- Unggahan Instagram Richards yang mengungkap kisah haru ini viral dan menuai simpati dari rekan pundit serta penggemar di seluruh dunia.

Micah Richards, mantan bek Timnas Inggris yang kini menjadi pundit sepak bola, harus menahan duka mendalam saat menjalankan tugasnya di BBC pada Rabu (15/7) malam. Beberapa menit sebelum siaran langsung semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina, ia menerima kabar bahwa ayahnya, Lincoln, meninggal dunia secara mendadak.
Richards, 38 tahun, tetap tampil di depan kamera bersama Wayne Rooney dan Joe Hart dari Atlanta Stadium. Ia menyembunyikan kesedihannya demi menjalankan tugas profesional yang diyakininya juga diinginkan oleh sang ayah. โSaya tahu betapa pentingnya menonton pertandingan Piala Dunia bagi banyak orang di rumah, dan bagaimana pengalaman itu mengikat keluarga lintas generasi,โ tulis Richards dalam unggahan Instagram setelah pertandingan berakhir.
Dalam unggahan yang menyertakan foto masa kecilnya bersama Lincoln, Richards mengungkapkan bahwa sang ayah adalah penggemar terbesarnya. โDia hampir tidak pernah melewatkan satu pun pertandingan saya sepanjang hidup. Dia akan mengantar saya ke mana pun saya perlu pergi saat kecil, dan dia adalah orang tua yang paling bangga selama karier profesional saya,โ tulisnya. Richards juga menegaskan bahwa sebagai pria Yorkshire sejati, ayahnya pasti ingin acara tetap berjalan.
Kisah Richards ini menyentuh banyak pihak. Rekan pundit Joe Hart menulis, โSending love Meeks โฆ here for you all. RIP Lincoln.โ Sementara Karen Carney dan Kelly Somers juga menyampaikan belasungkawa. Para penggemar pun membanjiri kolom komentar dengan pujian atas profesionalismenya. โTerus bekerja dalam kesakitan emosional membutuhkan tingkat kelas dan kendali yang jarang dimiliki orang. Ayahmu pasti bangga,โ tulis seorang penggemar.
Bagi publik Indonesia, kisah ini mengingatkan pada momen-momen ketika figur publik harus tetap tampil di tengah duka. Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang juga dinikmati penggemar sepak bola Tanah Air, dedikasi Richards menjadi cerminan bahwa di balik layar kaca, ada perjuangan personal yang tak terlihat. Banyak warganet Indonesia yang ikut terharu dan mendoakan Richards, menunjukkan bahwa sepak bola memang mampu menyatukan emosi lintas batas.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana BBC dan stasiun televisi lainnya akan mendukung pundit yang mengalami situasi serupa. Apakah akan ada kebijakan khusus untuk menggantikan mereka jika terjadi keadaan darurat? Ataukah profesionalisme seperti yang ditunjukkan Richards akan terus menjadi standar? Yang jelas, momen ini akan dikenang sebagai salah satu kisah paling manusiawi di balik gemerlap Piala Dunia.



