Leeds United Beralih ke Pavel Sulc setelah Perburuan Julian Brandt Mandek
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengalihkan fokus transfer ke gelandang serang Lyon, Pavel Sulc, setelah negosiasi dengan Julian Brandt menemui jalan buntu.
- Sulc, yang dibanderol sekitar £20 juta, mencatatkan 21 kontribusi gol musim lalu, melampaui produktivitas Brandt yang berstatus bebas transfer.
- Klub asuhan Daniel Farke ini dikabarkan telah melakukan pembicaraan antarklub dengan Lyon dan menjadi yang terdepan di atas Aston Villa serta Nottingham Forest.

Leeds United dikabarkan telah menggeser prioritas perburuan gelandang serang menyusul kebuntuan negosiasi dengan Julian Brandt. Klub Premier League itu kini serius mengincar Pavel Sulc, playmaker Olympique Lyon yang musim lalu tampil impresif di Ligue 1.
Setelah sukses mempertahankan diri di kasta tertinggi musim lalu, Leeds di bawah arahan Daniel Farke berupaya memperkuat skuad dengan pemain-pemain berkualitas. Langkah awal mereka adalah mendatangkan Harry Wilson secara gratis dari Fulham, lalu merekrut Tarik Muharemovic seharga £34 juta—menjadikannya pembelian termahal kedua dalam sejarah klub. Kini, fokus utama diarahkan ke lini serang.
Julian Brandt sempat menjadi target utama setelah sang pemain memutuskan hengkang dari Borussia Dortmund secara gratis pada 1 Juli lalu. Leeds bahkan telah menggelar pertemuan tatap muka dengan agen pemain berusia 30 tahun itu. Namun, persaingan ketat dengan klub lain membuat proses tersebut mandek. Brandt, yang telah tampil 61 kali di Liga Champions dan mencetak 19 kontribusi gol sejak 2019, dianggap sebagai aset berharga, tetapi gaji tinggi dan umur menjadi pertimbangan.
Kabar dari Foot Mercato menyebutkan bahwa Leeds telah melakukan pembicaraan antarklub dengan Lyon untuk Pavel Sulc. Gelandang asal Republik Ceko berusia 25 tahun itu diperkirakan bisa ditebus dengan mahar sekitar £20 juta—angka yang lebih realistis dibandingkan tuntutan gaji Brandt. Aston Villa dan Nottingham Forest juga dikabarkan tertarik, namun Leeds disebut telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Musim lalu, Sulc mencatatkan 14 gol dan 7 assist di semua kompetisi. Angka tersebut melampaui catatan Brandt yang hanya mengoleksi 11 kontribusi gol di Bundesliga. Lebih dari itu, statistik per 90 menit menunjukkan Sulc unggul dalam menciptakan peluang (1,3 per laga), persentase dribel sukses (47%), serta tekel dan penguasaan bola di sepertiga akhir lapangan. Kemampuan tanpa bola ini dinilai cocok dengan filosofi Farke yang mengutamakan kerja keras.
Keputusan Leeds untuk beralih ke Sulc menunjukkan strategi transfer yang lebih rasional. Alih-alih mengejar nama besar dengan status bebas transfer namun berisiko tinggi, klub memilih pemain yang lebih muda, telah teruji di liga top Eropa, dan memiliki potensi jual kembali. Jika terealisasi, Sulc akan menjadi investasi jangka panjang yang sejalan dengan ambisi Farke membawa Leeds ke level berikutnya.
Bagi penggemar Leeds, nama Sulc mungkin masih asing. Namun, rekam jejaknya di Ligue 1 dan statistik yang melampaui Brandt patut diperhitungkan. Pertanyaannya, mampukah ia beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Atau justru Brandt yang akan menjadi penyesalan jika dilewatkan? Waktu yang akan menjawab.



