Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Eropa dan Warisan Messi vs Bellingham
Baca dalam 60 detik
- Perancis dan Spanyol akan bertemu di semifinal pertama, mempertemukan dua tim dengan rekor tak terkalahkan panjang dan kedalaman skuad impresif.
- Inggris dan Argentina bersiap untuk laga penuh gengsi, dengan Jude Bellingham dan Lionel Messi sebagai bintang utama yang belum pernah saling berhadapan.
- Pertandingan ini tidak hanya menentukan finalis, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru pemain seperti Lamine Yamal dan Michael Olise.

Empat tim tersisa di Piala Dunia 2026 akan saling sikut di semifinal, dengan Perancis dan Spanyol lebih dulu beradu taktik pada Selasa malam, disusul duel klasik Inggris melawan Argentina sehari kemudian. Hanya dua kemenangan lagi yang memisahkan mereka dari trofi, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
Pertemuan Perancis kontra Spanyol di Dallas Stadium menyajikan perbandingan menarik: Perancis mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe yang telah mengoleksi delapan gol, hanya satu di belakang Lionel Messi dalam perburuan sepatu emas. Namun, kekuatan Les Bleus tidak hanya bertumpu pada Mbappe. Ousmane Dembele juga sudah mencetak lima gol, sementara Michael Olise memimpin daftar assist dengan lima umpan matang. Kedalaman skuad ini menjadi modal berharga menghadapi Spanyol yang belum terkalahkan dalam 36 laga terakhir—rekor terpanjang dalam sejarah mereka.
Spanyol, di sisi lain, masih menyimpan potensi yang belum tergali maksimal. Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang baru berusia 19 tahun, baru sekali mencetak gol di turnamen ini. Mikel Oyarzabal yang telah mengemas empat gol justru mandul dalam dua laga terakhir. Tim asuhan Luis de la Fuente kerap bergantung pada gol penentu dari pemain pengganti seperti Mikel Merino untuk melewati Portugal dan Belgia. Publik berharap Yamal bisa tampil gemilang di panggung besar ini, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-19.
Laga Inggris versus Argentina di Atlanta Stadium pada Rabu malam menyajikan narasi rivalitas yang sudah mengakar sejak era Maradona. Empat puluh tahun setelah 'Tangan Tuhan', Argentina kembali diperkuat seorang nomor 10 legendaris: Lionel Messi. Namun, untuk pertama kalinya, Messi akan berhadapan langsung dengan Inggris di Piala Dunia. Di kubu lawan, Jude Bellingham menjadi motor serangan dengan catatan dua gol di masing-masing dua laga knockout terakhir—prestasi yang terakhir kali dilakukan Maradona pada 1986. Kapten Harry Kane juga tidak kalah tajam dengan enam gol.
Baik Inggris maupun Argentina belum menunjukkan performa terbaik mereka di turnamen ini. Kedua tim lebih sering menang lewat perjuangan keras dan taktik pragmatis di fase knockout. Thomas Tuchel, pelatih Inggris, bahkan secara terbuka menuntut peningkatan kualitas permainan setelah kemenangan tipis atas Norwegia. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan emosional, bukan sekadar adu teknik.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga-laga ini menawarkan tontonan kelas dunia yang langka. Dengan banyaknya pemain keturunan Indonesia yang bermain di Eropa, seperti yang sempat ramai dibicarakan, semifinal ini juga menjadi ajang untuk mempelajari bagaimana negara-negara besar membangun skuad kompetitif. Pertanyaan besarnya: akankah Messi menambah koleksi trofi Piala Dunia keduanya, atau justru Bellingham yang akan mengantarkan Inggris ke final pertama sejak 1966?



