Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Argentina Menanti
Baca dalam 60 detik
- Jude Bellingham mencetak dua gol untuk membalikkan ketertinggalan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.
- Norwegia harus rela gol kedua mereka dianulir VAR, sementara Erling Haaland gagal mencetak gol untuk pertama kalinya dalam 14 laga kompetitif.
- Inggris akan berhadapan dengan Argentina di semifinal, memperebutkan tiket final pertama mereka dalam 60 tahun terakhir.

Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan Inggris setelah dua golnya membawa timnya menang 2-1 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7) waktu setempat. Kemenangan di Miami Gardens, Florida, ini memastikan langkah Inggris ke semifinal, sekaligus mengakhiri perjalanan bersejarah Norwegia yang untuk pertama kalinya menembus babak delapan besar.
Pertandingan berjalan dramatis sejak menit awal. Norwegia mengejutkan publik lewat gol Andreas Schjelderup yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Inggris. Namun, Bellingham menyamakan kedudukan menjelang turun minum dengan aksi individu gemilangnya. Di babak kedua, Norwegia sempat mencetak gol melalui Torbjorn Heggem, tetapi dianulir VAR karena Erling Haaland dianggap melakukan pelanggaran terhadap Elliott Anderson. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Di babak tambahan, Bellingham kembali menjadi penentu. Ia memanfaatkan kesalahan kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang gagal mengamankan tembakan Morgan Rogers. Gol keenam Bellingham di turnamen ini membuatnya sejajar dengan Harry Kane sebagai pencetak gol terbanyak Inggris. Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya beruntung bisa menang meski tampil kurang meyakinkan. "Kami membuat banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat, dan kurang repetitif. Kami beruntung hari ini," ujarnya.
Kekalahan ini mengakhiri rekor fantastis Haaland yang selalu mencetak gol dalam 14 laga kompetitif sebelumnya. Pemain Manchester City itu terlihat kelelahan dan ditarik keluar pada babak pertama perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris untuk kedua kalinya di turnamen ini mampu membalikkan keadaan setelah kebobolan lebih duluโsebuah pencapaian yang terakhir kali mereka lakukan di final 1966.
Panas dan kelembapan di Miami menjadi tantangan tersendiri. Kedua tim terlihat kelelahan di babak kedua, tetapi harus menjalani 30 menit tambahan. Pelatih Norwegia, Stรฅle Solbakken, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Keputusan VAR yang menganulir gol kedua Norwegia menjadi sorotan. Namun, ia menolak menjadikannya sebagai alasan. "Kami punya peluang, tetapi tidak memanfaatkannya. Sepak bola terkadang kejam," katanya.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa pentingnya ketahanan fisik dan mental di turnamen besar. Dengan jadwal padat dan kondisi cuaca ekstrem, tim-tim seperti Inggris dan Norwegia harus pintar mengatur ritme permainan. Pelajaran ini relevan bagi perkembangan sepak bola Indonesia yang tengah berbenah menuju level kompetitif Asia.
Inggris kini menatap laga semifinal melawan Argentina, yang lolos setelah mengalahkan Belanda. Pertemuan ini mengingatkan pada final Piala Dunia 1986 dan 2022, di mana Argentina keluar sebagai pemenang. Bisakah Inggris memutus tradisi buruk dan melaju ke final pertama mereka sejak 1966? Ataukah Argentina akan kembali menjadi batu sandungan? Semua akan terjawab di Miami, Rabu depan.



