Mikel Merino, Pemain Pengganti yang Jadi Andalan Spanyol di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mikel Merino mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 saat Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final Piala Dunia.
- Pemain Arsenal itu telah tiga kali menjadi penentu kemenangan sebagai pemain pengganti, termasuk di Euro 2024 dan babak 16 besar Piala Dunia ini.
- Spanyol akan menghadapi Prancis di semifinal, dengan Merino siap kembali menjadi senjata rahasia dari bangku cadangan.

Mikel Merino kembali membuktikan dirinya sebagai "super sub" andalan Spanyol. Gelandang Arsenal itu mencetak gol penentu pada menit ke-88 saat La Roja menaklukkan Belgia 2-1 di perempat final Piala Dunia, Jumat (10/7) waktu setempat. Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke semifinal menghadapi favorit juara, Prancis, di Dallas pada Selasa mendatang.
Gol tersebut tercipta setelah kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, gagal mengamankan bola tembakan pemain Spanyol. Merino, yang baru masuk beberapa menit sebelumnya, bereaksi paling cepat dan menyontek bola ke gawang kosong. Lammens sendiri baru masuk setelah kiper utama Thibaut Courtois harus ditarik keluar karena cedera otot di babak kedua.
Ini bukan kali pertama Merino menjadi pahlawan dari bangku cadangan. Sebelumnya, ia juga mencetak gol tunggal kemenangan atas Portugal di babak 16 besar pada masa injury time. Di Euro 2024, ia bahkan menjadi penentu kemenangan Spanyol atas tuan rumah Jerman di perempat final melalui sundulan pada menit ke-119, yang akhirnya membawa Spanyol juara.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji mentalitas Merino yang selalu siap saat dibutuhkan. "Merino memiliki banyak kelebihan; dia bisa bermain untuk tim nasional atau klub mana pun. Bagi kami, dia sangat cocok dengan gaya permainan ini. Kami tahu kapan pun membutuhkannya, dia selalu ada," ujar De la Fuente.
Merino sendiri menegaskan bahwa penampilannya bukan sekadar keberuntungan. "Saya percaya pada kebetulan, tapi saya rasa ini bukan salah satunya. Ini karena saya benar-benar mempersiapkan diri ketika waktunya tiba," katanya kepada wartawan. Ia mengaku tidak bisa membayangkan pencapaiannya saat ini bahkan dalam mimpi terliarnya sekalipun.
Kebiasaan mencetak gol di menit-menit kritis telah menjadi ciri khas Merino. Di Arsenal, ia juga dikenal sebagai pemain yang sering datang dari bangku cadangan dan mencetak gol penting. Kemampuannya membaca ruang dan timing lari ke kotak penalti membuatnya menjadi senjata ampuh di akhir pertandingan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Merino bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya kesiapan mental dan fisik meski tidak selalu menjadi starter. Di tengah dominasi pemain bintang, peran pemain pengganti yang efektif sering kali menjadi pembeda di turnamen besar. Spanyol kini tinggal selangkah lagi menuju final, dan Merino kemungkinan akan kembali menjadi andalan jika pertandingan berjalan ketat.
Pertanyaan besarnya: akankah Merino kembali menjadi pahlawan saat menghadapi Prancis? Atau justru skenario berbeda yang akan terjadi di semifinal nanti?



