Piala Dunia 2026: Empat Kandidat, Satu Tahta, dan Siapa yang Paling Layak?
Baca dalam 60 detik
- Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina bersaing di semifinal dengan keunggulan masing-masing: Prancis unggul serangan, Argentina solid, Inggris bergantung pada bintang, Spanyol mengandalkan penguasaan bola.
- Prancis difavoritkan berkat kedalaman skuad dan performa Mbappe, namun Spanyol dan Argentina dianggap mampu memberikan kejutan dengan strategi berbeda.
- Inggris, meski belum tampil meyakinkan, memiliki modal dua pemain kelas dunia yang bisa menjadi pembeda di laga krusial.

Pertarungan menuju final Piala Dunia 2026 di New York memasuki babak penentuan: empat tim teratas peringkat FIFA โ Prancis (1), Argentina (2), Spanyol (3), dan Inggris (4) โ akan saling sikut dalam dua laga semifinal yang diprediksi berlangsung sengit. Pertanyaan besarnya, siapa yang paling layak mengangkat trofi?
Prancis datang dengan status unggulan setelah menunjukkan kekuatan ofensif yang menakutkan. Kylian Mbappe menjadi motor serangan, didukung Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue. Dari bangku cadangan, Bradley Barcola dan Rayan Cherki siap menjadi pembeda. Menurut pengamat yang dihubungi BBC Sport, lini depan Les Bleus adalah yang paling mengerikan di turnamen ini. Namun, Spanyol yang akan mereka hadapi di semifinal bukan lawan sembarangan. Tim Matador mengandalkan penguasaan bola dan pressing tinggi untuk mematikan serangan balik lawan. Kunci kemenangan Spanyol ada pada performa Lamine Yamal yang masih naik-turun, serta efisiensi penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kelemahan.
Di sisi lain, Argentina datang sebagai juara bertahan yang ingin mengulang sukses Qatar 2022. Bedanya, kali ini mereka lebih pragmatis: bermain aman, menunggu momen dari Lionel Messi atau Julian Alvarez. Strategi ini dianggap berisiko karena beberapa kali nyaris gagal. Namun, semangat juang dan pengalaman menjadi modal berharga. Inggris, yang belum pernah juara sejak 1966, mengandalkan dua bintang dunia: Harry Kane dan Jude Bellingham. Meski permainan tim belum padu, kedua pemain ini dinilai cukup untuk membawa Three Lions ke final. Seorang penggemar Inggris bahkan optimistis, "Ini saatnya pulang ke rumah."
Menurut jurnalis BBC Phil McNulty, Prancis adalah favorit kuat. Ia memprediksi final antara Inggris dan Prancis, dengan Didier Deschamps pamit usai membawa pulang trofi. Namun, ia mengakui prediksinya sering meleset. Sementara itu, jurnalis Prancis Abdoul-Karim menyoroti ketenangan timnya. "Tidak ada kontroversi atau perdebatan yang membayangi tim seperti turnamen sebelumnya. Semua berjalan mulus," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa semifinal yang jatuh pada Hari Bastille akan membuat seluruh Prancis berhenti sejenak untuk menyaksikan laga, bahkan beberapa kota menunda kembang api hingga setelah pertandingan.
Dari kubu Argentina, para penggemar di Amerika Serikat percaya diri meski sadar akan beratnya laga melawan Inggris. Emma, seorang pendukung Argentina, berkata, "Kami akan menang lewat adu penalti, tapi kalah di final dari Prancis." Sementara Javier lebih optimistis: "Kami bisa kalahkan Inggris, dan jika ke final, kami tidak akan kalah." Di sisi lain, penggemar Spanyol seperti Michel yakin timnya akan mengontrol pertandingan dan mengalahkan Prancis. "Pemenang laga itu yang akan jadi juara dunia," tegasnya.
Bagi Indonesia, Piala Dunia 2026 menjadi tontonan yang menarik karena keempat semifinalis memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Liga-liga Eropa yang disiarkan di sini membuat nama-nama seperti Mbappe, Messi, Kane, dan Yamal akrab di telinga. Momentum ini juga bisa menjadi ajang pembuktian bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga identitas dan kebanggaan. Pertanyaannya, akankah ada kejutan seperti yang terjadi di Qatar 2022, atau justru tim peringkat satu yang keluar sebagai juara? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



