Viking Row dan Semangat Kolektif: Norwegia Bersatu Menuju Perempat Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Norwegia menggelar aksi 'Viking Row' di berbagai kota dunia sebagai bentuk dukungan unik menjelang laga perempat final Piala Dunia melawan Inggris.
- Para penggemar dan pegiat budaya Viking menilai tradisi ini lebih sebagai simbol kebersamaan dan semangat juang, bukan sekadar teknik mendayung yang sempurna.
- Kesuksesan Norwegia di Piala Dunia diprediksi dapat mendongkrak minat global terhadap warisan Viking, termasuk replika kapal Oseberg yang menjadi ikon budaya.

Semangat Viking menggelora di kalangan pendukung Norwegia menjelang laga perempat final Piala Dunia melawan Inggris, Sabtu (10/7) di Miami. Aksi 'Viking Row'—gerakan dayung serempak yang diiringi nyanyian—telah menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan bangsa, dari Times Square New York hingga pusat kota Oslo.
Knut Roger Brekke, manajer acara dan relawan di Oseberg Viking Heritage Foundation, menilai tradisi ini lebih dari sekadar selebrasi. “Saya sangat menyukai Viking row. Ini chant yang bagus, membangkitkan semangat, membuat orang bergerak bersama,” ujarnya. Foundation yang berbasis di Tonsberg, selatan Oslo, memiliki replika kapal Oseberg sepanjang 21,5 meter—salinan utuh dari kapal asli yang ditemukan pada 1903.
Namun, Brekke mengingatkan bahwa teknik mendayung para penggemar mungkin tidak akan bertahan lama di laut lepas. “Jika benar-benar mendayung di laut, Anda harus melakukannya berjam-jam. Perlu ritme lambat dan istirahat,” katanya. Kapal asli dibangun sekitar tahun 820 M dan kemudian digunakan sebagai makam dua wanita bangsawan. Replika bernama Saga Oseberg rampung pada 2012 dan kini digunakan untuk wisata budaya.
Bagi Ole Harald Flaten, pimpinan proyek di Oseberg Viking Heritage Foundation, semangat Viking adalah tentang kemenangan bersama. “Semangat Viking adalah ingin menang dan melakukannya bersama-sama,” katanya. Ia berharap kesuksesan timnas di Piala Dunia akan memicu minat lebih banyak orang untuk mendayung kapal Viking. “Mudah-mudahan akan banyak orang yang ingin mendayung kapal Viking setelah Norwegia memenangkan Piala Dunia.”
Kemenangan atas Inggris akan membawa Norwegia ke semifinal melawan Argentina atau Swiss—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya. Perjalanan timnas yang dijuluki 'fairytale run' ini telah menginspirasi aksi-aksi spontan di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, fenomena serupa mungkin bisa menjadi pengingat bahwa semangat kolektif dalam olahraga mampu melampaui batas budaya dan geografis.
Dengan sejarah panjang sebagai bangsa pelaut, Viking mengajarkan bahwa kerja sama dan ketahanan adalah kunci. Pertanyaan besarnya: akankah semangat ini cukup untuk membawa Norwegia melangkah lebih jauh, atau justru menjadi cerita indah yang berakhir di perempat final? Semua akan terjawab di Miami, saat dayung imajiner para penggemar berpadu dengan harapan satu bangsa.



