Manchester United Rekrut Gelandang Brasil Andrey Santos dari Chelsea: Investasi £50 Juta untuk Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengamankan jasa gelandang Brasil Andrey Santos dari Chelsea dengan biaya awal £48 juta, kontrak hingga 2031.
- Santos, yang sempat dipinjamkan ke tiga klub berbeda, diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro dan menambal cedera Manuel Ugarte.
- Perekrutan ini menandai strategi United yang mulai berani berinvestasi pada pemain muda potensial ketimbang bintang senior.

Manchester United resmi mengumumkan perekrutan gelandang Brasil Andrey Santos dari Chelsea pada Senin (13/7) dengan nilai transfer mencapai £48 juta, plus tambahan £2 juta jika target tertentu terpenuhi. Pemain berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak hingga Juni 2031, menandai langkah berani Setan Merah di bursa transfer musim panas ini.
Santos, yang musim lalu tampil impresif bersama Chelsea dengan 43 penampilan di semua kompetisi, menjadi rekrutan ketiga United di era kepelatihan Michael Carrick. Kehadirannya dinilai krusial mengingat dua gelandang senior, Casemiro dan Manuel Ugarte, dipastikan absen panjang. Casemiro hengkang setelah kontraknya habis, sementara Ugarte mengalami cedera ligamen lutut saat membela Uruguay dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Spanyol.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis klub, Santos mengaku mewujudkan mimpi masa kecilnya. “Sejak kecil, saya memimpikan momen ini. Sejarah dan tanggung jawab yang melekat pada lambang ini adalah alasan saya berada di sini,” ujarnya dalam video yang diunggah di media sosial United. Gelandang bertahan yang juga bisa beroperasi sebagai box-to-box ini sebelumnya sempat dipinjamkan ke Vasco da Gama, Nottingham Forest, dan Strasbourg sebelum akhirnya kembali ke Chelsea pada musim 2025/26.
Bagi Manchester United, perekrutan Santos menjadi sinyal perubahan strategi. Jika sebelumnya klub cenderung mendatangkan pemain bintang dengan harga selangit dan usia di atas 28 tahun, kini mereka mulai melirik talenta muda berpotensi tinggi. Langkah ini sejalan dengan filosofi Carrick yang ingin membangun skuad jangka panjang. “Santos adalah pemain dengan masa depan cerah. Ia sudah membuktikan diri di Premier League dan memiliki mentalitas juara,” ujar seorang sumber internal klub kepada media Inggris.
Di sisi lain, Chelsea melepas Santos dengan harga yang tergolong wajar mengingat sang pemain sempat kesulitan menembus tim utama The Blues. Meski tampil gemilang musim lalu, persaingan di lini tengah Chelsea yang dihuni pemain seperti Enzo Fernandez, Moises Caicedo, dan Romeo Lavia membuat Santos memilih hengkang demi menit bermain reguler.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan pergeseran peta kekuatan di Premier League. United yang musim lalu finis di posisi ketiga kini mulai membangun fondasi untuk menantang dominasi Manchester City dan Liverpool. “Jika Santos bisa beradaptasi cepat, ia bisa menjadi penerus Casemiro yang lebih mobile dan ofensif,” kata analis sepak bola Tanah Air, Andi Setiawan.
Santos sendiri belum pernah tampil di Piala Dunia. Ia tidak masuk dalam skuad Brasil yang dilatih Carlo Ancelotti pada edisi 2026, di mana Selecao tersingkir di babak 16 besar. Namun, dengan performa konsisten di United, bukan tidak mungkin ia akan menjadi andalan di lini tengah tim Samba untuk turnamen mendatang.
Ke depan, tantangan terbesar Carrick adalah memadukan Santos dengan lini tengah yang ada, termasuk Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo. Akankah Santos menjadi jawaban atas kerinduan United akan gelandang bertahan tangguh sejak era Roy Keane? Atau justru menjadi pemain mahal lainnya yang gagal memenuhi ekspektasi? Hanya waktu yang bisa menjawab.



