Dortmund Siapkan Generasi Emas Baru: 5 Bakat Muda yang Siap Moncer Musim Depan
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund kembali memproduksi talenta muda potensial; lima pemain remaja siap mengisi celah skuad senior yang ditinggalkan pemain bintang.
- Luca Reggiani dan Samuele Inácio, dua pemain Italia berusia 18 tahun, sudah mencatatkan debut dan masuk nominasi Golden Boy 2026.
- Bek tengah asal Prancis Joane Gadou didatangkan dari Salzburg dengan ekspektasi langsung menjadi pemain inti di lini belakang Dortmund.

Borussia Dortmund, klub yang dikenal sebagai pabrik talenta muda kelas dunia, kembali menunjukkan tajinya. Setelah sukses melahirkan Jadon Sancho, Erling Haaland, dan Jude Bellingham, Die Borussen kini menyiapkan lima pemain belia yang diprediksi akan menjadi bintang baru pada musim 2026/27. Di tengah badai cedera yang melanda lini belakang dan kepergian sejumlah pemain senior, para remaja ini mendapat peluang emas untuk unjuk gigi.
Luca Reggiani, bek tengah Italia berusia 18 tahun, menjadi sorotan utama. Dibeli dari Sassuolo saat masih berusia 16 tahun, Reggiani langsung dilempar ke tim utama pada Februari lalu saat krisis cedera melanda. Ia menjalani debut melawan Wolfsburg, kemudian tampil sebagai starter di leg pertama play-off Liga Champions melawan Atalanta hanya 10 hari kemudian. Puncaknya, ia mencetak gol senior pertamanya saat Dortmund menekuk Augsburg 2-0. Total sembilan penampilan di musim perdananya membuatnya dinominasikan untuk penghargaan Golden Boy 2026, sekaligus mendapatkan panggilan perdana ke timnas Italia senior pada Juni lalu. Dengan cedera Nico Schlotterbeck dan Emre Can, serta kepergian Niklas Süle, peluang Reggiani untuk menjadi andalan musim ini semakin terbuka lebar.
Samuele Inácio, rekan senegara Reggiani, juga menunjukkan perkembangan pesat. Gelandang serang yang direkrut dari Atalanta pada 2024 ini menjalani debut melawan Bayern Munich di usia 17 tahun. Ia menutup musim dengan empat start beruntun, termasuk gol perdananya ke gawang Eintracht Frankfurt. Performa Inácio disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat Dortmund rela melepas Julian Brandt, Julien Duranville, dan Cole Campbell pada bursa transfer musim panas ini. Seperti Reggiani, ia juga masuk nominasi Golden Boy 2026 setelah mencatatkan satu caps bersama timnas Italia.
Dari Amerika Serikat, Mathis Albert mencuri perhatian dengan memecahkan rekor Gio Reyna sebagai pemain termuda Amerika yang tampil di Bundesliga. Debutnya melawan Freiburg pada usia 16 tahun 11 bulan 5 hari menjadi bukti kepercayaan pelatih Niko Kovač. Sebelumnya, Albert tampil gemilang di tim muda dan cadangan dengan catatan 12 gol dan 11 assist dalam 34 pertandingan. Kovač memuji etos kerja Albert dan Reggiani di latihan, dan dipastikan akan memberikan lebih banyak menit bermain di musim depan.
Dua pemain lain yang patut diwaspadai adalah Kauã Prates dan Joane Gadou. Prates, bek kiri Brasil berusia 17 tahun yang didatangkan dari Cruzeiro, digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik Amerika Selatan. Mantan direktur olahraga Dortmund Sebastian Kehl menyebutnya sebagai pemain yang sangat menarik dengan potensi besar. Kemampuannya bermain sebagai bek kiri dan bek tengah memberikan fleksibilitas taktis bagi Kovač. Sementara itu, Joane Gadou, bek tengah Prancis berusia 19 tahun, tiba dari Red Bull Salzburg dengan pengalaman 58 penampilan senior. CEO Dortmund Lars Ricken menegaskan bahwa Gadou diharapkan langsung memperkuat tim utama dan memainkan peran penting sejak awal musim, terutama dengan kondisi lini belakang yang sedang rapuh.
Dengan kombinasi bakat mentah dan peluang yang terbuka lebar, Dortmund kembali membuktikan diri sebagai destinasi utama bagi pemain muda yang ingin menembus level tertinggi. Pertanyaannya, siapa di antara mereka yang akan mampu mengikuti jejak Sancho, Haaland, dan Bellingham?



