Mbappe Bangkit dari Gagal Penalti, Bawa Prancis ke Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe mencetak satu gol dan satu assist setelah gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, mengantarkan Prancis menang 2-0 atas Maroko di perempat final Piala Dunia 2026.
- Gol Mbappe di menit ke-60 menjadi gol ke-20 dalam 20 penampilan Piala Dunia, menyamai catatan Lionel Messi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik turnamen.
- Prancis berpeluang menjadi negara ketiga yang tampil di final tiga Piala Dunia beruntun, setelah Brasil dan Italia, jika mampu melewati semifinal melawan Spanyol atau Belgia.

Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Bintang Timnas Prancis itu mencetak satu gol dan satu assist meski gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, membawa Les Bleus menang 2-0 atas Maroko di Stadion Gillette, Foxborough, Kamis (10/7) waktu setempat. Kemenangan ini memastikan langkah Prancis ke semifinal, sekaligus menjaga asa menjadi negara ketiga dalam sejarah yang tampil di final tiga edisi Piala Dunia beruntun.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Prancis mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang, tetapi baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-60. Mbappe melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti setelah Maroko gagal membersihkan bola. Bola meluncur mulus ke sudut gawang, membuat kiper Yassine Bounou tak berkutik. Enam menit berselang, giliran Ousmane Dembele yang mencatatkan namanya di papan skor. Mbappe, yang menerima umpan, dengan cerdik mengembalikan bola kepada Dembele dan menarik perhatian bek lawan, memberi ruang bagi rekannya itu untuk melepaskan tembakan.
Kemenangan ini menjadi catatan tersendiri bagi Maroko. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka juga kalah 0-2 dari Prancis di semifinal, namun saat itu mereka menjadi tim Afrika pertama yang mampu menembus babak empat besar. Kini, langkah mereka terhenti di perempat final, tetapi pencapaian tersebut tetap membuktikan perkembangan sepak bola Afrika di pentas global.
Bagi Indonesia, performa Mbappe dan Prancis menjadi tontonan yang menarik. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Piala Dunia 2026 dengan antusias, terutama karena turnamen ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksikoโzona waktu yang lebih bersahabat dibanding Qatar. Dominasi Prancis juga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional, khususnya dalam hal efektivitas serangan dan transisi cepat.
Mbappe nyaris menjadi pahlawan sejak babak pertama. Ia dilanggar oleh Noussair Mazraoui di kotak penalti pada menit ke-25, dan wasit Facundo Tello langsung menunjuk titik putih. Namun, setelah menunggu tinjauan VAR yang panjang, eksekusi Mbappe pada menit ke-28 berhasil ditebak Bounou. Ini menjadi kegagalan penalti pertamanya di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya sukses mengeksekusi penalti saat melawan Paraguay di babak 16 besar. Meski gagal, Mbappe tidak larut dalam kekecewaan. Ia bangkit dan menjadi motor serangan Prancis hingga akhirnya mencetak gol dan assist.
Di sisi lain, Maroko sebenarnya memiliki peluang emas melalui tendangan bebas Achraf Hakimi menjelang turun minum, namun bola masih melenceng di sisi kanan gawang. Sepanjang laga, pertahanan Maroko yang kokoh pada babak penyisihan mulai goyah menghadapi tekanan konstan dari lini depan Prancis. Pelatih Walid Regragui harus memutar otak untuk mencari celah, tetapi dominasi Prancis terlalu berat untuk diimbangi.
Dengan hasil ini, Prancis akan menghadapi pemenang laga antara Spanyol dan Belgia di semifinal yang akan digelar di Dallas, Selasa (15/7). Jika mampu melaju ke final, Les Bleus akan bergabung dengan Brasil (1958-1962) dan Italia (1934-1938) sebagai satu-satunya negara yang tampil di final tiga Piala Dunia beruntun. Pertanyaan besarnya: mampukah Mbappe dan kawan-kawan mewujudkan ambisi tersebut, atau justru tersandung di ambang pintu final?



