Haaland Tantang Media Beri Tekanan ke Inggris: 'Mereka Favorit Piala Dunia'
Baca dalam 60 detik
- Erling Haaland menganggap Inggris sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia dan meminta publik serta media menambah tekanan pada skuad Gareth Southgate.
- Norwegia yang terakhir tampil di Piala Dunia 1998 kini melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Brasil, berkat tujuh gol Haaland dalam empat laga.
- Penyerang Manchester City itu juga menikmati popularitas di AS lewat aksi di luar lapangan, seperti video belanja topi koboi yang ditonton enam juta kali.

Norwegia akan menghadapi Inggris di perempat final Piala Dunia, Sabtu (22:00 BST) di Foxborough, dan Erling Haaland justru meminta media untuk membebani tim lawan dengan ekspektasi tinggi. Penyerang Manchester City itu menyebut Inggris sebagai salah satu favorit turnamen, seraya tersenyum menantang para jurnalis agar "memberi tekanan sebesar mungkin pada pemain Inggris."
Bagi Norwegia, pencapaian ini adalah sejarah. Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah 1998, dan kini untuk pertama kalinya menembus delapan besar setelah menjadi runner-up Grup I, lalu mengalahkan Pantai Gading dan Brasil di fase gugur. "Bermain melawan Brasil sungguh gila bagi kami orang Norwegia, dan menang lalu bertemu Inggris di perempat final di AS sangat istimewa," ujar Haaland.
Haaland sendiri menjadi mesin gol Norwegia dengan torehan tujuh gol dalam empat pertandingan, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas. Ia juga mencetak gol di 14 laga kompetitif beruntun untuk timnas. Namun, ia mengakui perjalanan ini di luar ekspektasi. "Jujur, mencapai perempat final bersama Norwegia cukup mengejutkan bahkan bagi saya," katanya.
Di luar lapangan, Haaland juga mencuri perhatian publik Amerika. Beberapa jam setelah mencetak gol kemenangan melawan Pantai Gading, ia terlihat berbelanja topi koboi dan sepatu bot di Dallas. Video yang diunggah ke kanal YouTube-nya itu meraup lebih dari enam juta penayangan dalam lima hari. "Saya suka orang Amerika, mereka lucu. Semua tentang Piala Dunia sejauh ini luar biasa—stadion, tempat latihan, semuanya," pujinya.
Bagi Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim non-unggulan bisa bersaing di panggung global. Norwegia, yang sempat dianggap underdog, membuktikan bahwa konsistensi dan ketajaman seorang striker bisa mengubah nasib. Pelajaran bagi sepak bola Indonesia: pembinaan pemain bintang seperti Haaland—yang lahir di Leeds dan memilih membela Norwegia—dapat menjadi katalis kebangkitan sebuah tim.
Haaland sebelumnya pernah menyebut peluang Norwegia juara hanya 0,5 persen dalam wawancara dengan Time Magazine tahun lalu. Namun, setelah menumbangkan Brasil, keyakinan itu mungkin berubah. "Saya tidak menduga ini. Tapi jika Anda melihat suasana di Norwegia, ini tidak normal. Sangat istimewa," ujarnya. Pertanyaan kini: akankah Inggris mampu menahan haus gol Haaland, atau justru Norwegia yang akan membuat kejutan lain?



