Newcastle Siapkan Dana Besar: Dua Gelandang Top Incaran, Ederson Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar gelandang Atalanta, Ederson, setelah rencana transfernya ke Manchester United gagal di menit akhir.
- Klub asal Inggris itu juga mendekati Johan Manzambi dari Freiburg, namun perbandingan statistik menunjukkan Ederson lebih siap bersaing di Premier League.
- Kepergian Sandro Tonali dan potensi hengkangnya Bruno Guimarães memaksa Newcastle bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini.

Newcastle United tengah bersiap menggelontorkan dana sekitar 40 juta poundsterling untuk mendatangkan gelandang Atalanta, Ederson, setelah rencana kepindahannya ke Manchester United gagal pada detik-detik terakhir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya darurat merekonstruksi lini tengah yang porak-poranda ditinggal Sandro Tonali dan kemungkinan kehilangan Bruno Guimarães.
Kepergian Tonali ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 100 juta poundsterling pekan lalu meninggalkan lubang besar di skuad asuhan Eddie Howe. Tak berselang lama, Guimarães pun menyatakan keinginan hengkang setelah Arsenal mengajukan tawaran resmi. Situasi ini memaksa manajemen Newcastle bergerak cepat di bursa transfer musim panas, membidik dua nama sekaligus: Johan Manzambi dari Freiburg dan Ederson dari Atalanta.
Manzambi, gelandang Swiss berusia 20 tahun, telah menjadi target utama dalam beberapa pekan terakhir. Newcastle bahkan dikabarkan telah melayangkan beberapa tawaran ke klub Bundesliga tersebut, dengan nilai mencapai 52 juta poundsterling. Pemain muda ini tampil impresif di Piala Dunia, mencetak tiga gol dan mencatatkan 1,4 peluang besar per 90 menit—angka yang menempatkannya di dua persen teratas pemain terbaik turnamen. Namun, dengan segala potensinya, Manzambi dinilai masih membutuhkan waktu untuk matang di level tertinggi.
Di sisi lain, Ederson yang berusia 27 tahun menawarkan solusi instan. Gelandang Brasil yang dijuluki "monster" oleh mantan bintang Brasil Felipe Melo itu mencatatkan tingkat penyelesaian umpan 90 persen, lebih tinggi dari Manzambi. Ia juga unggul dalam hal tekel (2,4 per 90 menit) dan perebutan bola (5,4 per 90 menit), menjadikannya salah satu gelandang bertahan terbaik di Eropa—berada di 15 persen teratas untuk kategori tersebut. Keunggulan ini krusial bagi sistem permainan Eddie Howe yang mengandalkan penguasaan bola.
Meski Manzambi masih memiliki potensi besar untuk berkembang, kebutuhan mendesak Newcastle akan pemain siap pakai membuat Ederson menjadi pilihan yang lebih rasional. Dengan banderol 40 juta poundsterling, ia dinilai sebagai pembelian yang lebih ekonomis dibandingkan Manzambi yang dihargai 52 juta poundsterling. Apalagi, setelah gagal bergabung dengan Manchester United, Ederson dipastikan tersedia dan siap bernegosiasi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub yang dimiliki oleh konsorsium Arab Saudi ini menunjukkan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas Premier League setelah finis di peringkat ke-12 musim lalu. Kehadiran pemain sekaliber Ederson atau Manzambi bisa menjadi sinyal bahwa Newcastle tidak hanya sekadar bertahan, tetapi serius membangun skuad jangka panjang. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan performa jika Guimarães benar-benar pergi?



