Arsenal Incar Winger Prolifik Christos Tzolis sebagai Alternatif Murah
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Christos Tzolis dari Club Brugge dengan banderol £35 juta sebagai opsi sayap kiri yang lebih ekonomis dibandingkan Bradley Barcola atau Morgan Rogers yang masing-masing dihargai sekitar £130 juta.
- Tzolis, yang gagal di Norwich City, kini menjelma menjadi mesin gol dan assist di Belgia dengan catatan 22 gol dan 29 assist pada musim 2025/26—lebih produktif dari target utama Arsenal.
- Kesepakatan masih bergantung pada kepindahan Leandro Trossard ke Besiktas, sementara sang pemain dikabarkan mendorong terjadinya transfer ke Emirates.

Arsenal dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan transfer senilai £35 juta untuk mendatangkan winger Yunani Christos Tzolis dari Club Brugge, sebagai solusi lini sayap kiri yang tengah bermasalah. Langkah ini muncul di tengah kesulitan The Gunners mengejar target utama seperti Bradley Barcola dan Morgan Rogers yang masing-masing dibanderol sekitar £130 juta.
Setelah hanya mendatangkan Illan Meslier secara gratis pada bursa transfer musim panas ini, Arsenal menghadapi tekanan untuk segera memperkuat skuad menjelang pramusim. Kegagalan merekrut pemain sayap elit bisa membuat mereka tertinggal dari Manchester City dalam perebutan gelar Premier League musim depan. Musim lalu, Gabriel Martinelli hanya mencetak satu gol di liga, sementara Leandro Trossard—yang akan hengkang ke Besiktas—hanya sekali menjebol gawang lawan sepanjang tahun 2026.
Christos Tzolis, 24 tahun, bukanlah nama seheboh Barcola atau Rogers, namun statistiknya dalam dua musim terakhir sulit diabaikan. Pada 2025/26, ia mencetak 22 gol dan 29 assist dalam 52 pertandingan di semua kompetisi. Musim sebelumnya, ia menorehkan 21 gol dan 16 assist dari 56 laga. Catatan tersebut bahkan melampaui produktivitas Barcola (21 gol+21 assist pada 2024/25) dan Rogers (14 gol dalam dua musim beruntun).
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, Arsenal telah melakukan pembicaraan rutin dengan Club Brugge dan Tzolis sendiri mendorong terjadinya kepindahan. "Dia menginginkan Arsenal," tulis Romano. Namun, kesepakatan masih menunggu kepastian kepergian Trossard ke Besiktas. Tzolis sebelumnya pernah bermain di Inggris bersama Norwich City, namun hanya mencetak tiga gol dalam 30 laga—sebuah masa kelam yang kini ia tinggalkan jauh di belakang.
Bagi Arsenal, merekrut Tzolis bukan sekadar opsi murah. Gaya bermainnya yang lincah di ruang sempit dan kemampuannya menggiring bola mengingatkan pada Trossard. Meski belum terbukti sebagai pemain kluth seperti pendahulunya, Tzolis menawarkan solusi jangka panjang di sayap kiri dengan harga yang rasional di tengah inflasi pasar. Jika transaksi ini rampung, Arsenal bisa mengalokasikan dana lebih untuk merekrut satu lagi pemain bintang—entah Barcola atau Rogers—sebagai tandem di lini depan.
Pertanyaan besarnya: akankah Tzolis mampu mengulangi performa gemilangnya di Belgia ketika berhadapan dengan bek-bek Premier League? Ataukah Arsenal justru akan menyesal tidak mengeluarkan dana besar untuk nama yang lebih mentereng? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi jawabannya.



