Krisis Bek Kanan Timnas Inggris: Spence Cedera, Tuchel Pusingkan Formasi
Baca dalam 60 detik
- Djed Spence mengalami masalah otot menjelang laga Inggris vs Meksiko di 16 besar Piala Dunia, memperparah krisis bek kanan.
- Reece James masih diragukan tampil, sementara Tino Livramento sudah lebih dulu absen, menyisakan sedikit opsi bagi Thomas Tuchel.
- Situasi ini bisa memaksa Tuchel mengubah formasi atau memainkan pemain natural di posisi lain, seperti Ezri Konsa.

Masalah otot yang dikeluhkan Djed Spence menjelang laga Inggris kontra Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia membuat lini pertahanan The Three Lions semakin pusing. Bek Tottenham Hotspur berusia 25 tahun itu dikabarkan merasakan nyeri otot, sehingga statusnya untuk tampil di Stadion Azteca, Senin (1/6) dini hari WIB, masih tanda tanya.
Spence menjadi starter di pos bek kanan saat Inggris mengalahkan DR Congo di babak 32 besar. Namun, cedera yang tidak spesifik ini membuat pelatih Thomas Tuchel harus bersiap dengan skenario terburuk. Jika Spence tidak bisa dimainkan, Tuchel kehilangan satu lagi opsi di sektor yang sudah rapuh.
Sebelumnya, Reece James masih dalam pemulihan cedera hamstring. Kapten Chelsea itu belum berlatih penuh bersama skuad dan menjadi satu-satunya pemain yang absen dalam sesi latihan Sabtu (31/5) di Mexico City. FA mengonfirmasi James menjalani program individu terpisah. Tuchel pun mengakui akan melakukan penilaian akhir untuk menentukan apakah James bisa duduk di bangku cadangan.
Krisis bek kanan Inggris sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum turnamen. Newcastle United kehilangan Tino Livramento karena cedera betis, dan Tuchel memilih memanggil Trevoh Chalobah—seorang bek tengah Chelsea—sebagai pengganti, alih-alih memanggil spesialis bek kanan seperti Trent Alexander-Arnold. Keputusan ini kini menjadi bumerang.
Satu-satunya pemain yang secara natural bisa diplot sebagai bek kanan adalah Ezri Konsa. Namun, pemain Aston Villa itu sejauh ini selalu menjadi starter di pos bek tengah dalam empat laga Inggris. Jika Konsa harus geser ke kanan, Tuchel harus merombak lini belakang, termasuk kemungkinan mengubah formasi.
Kabar baik datang dari Jarell Quansah yang sudah pulih dari cedera pergelangan kaki. Bek Liverpool itu sebelumnya absen saat melawan DR Congo, tetapi kini siap dimainkan. Kehadirannya bisa menjadi opsi di bek tengah, sehingga Konsa bisa dimaksimalkan di kanan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Inggris adalah salah satu tim favorit global, dan cara Tuchel mengatasi krisis ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang manajemen skuad di turnamen besar. Selain itu, keputusan taktis seperti memainkan pemain di posisi tidak alami sering kali menjadi pembeda antara sukses dan gagal di Piala Dunia.
Pertanyaan besarnya: akankah Tuchel berani mengambil risiko dengan memainkan Konsa di kanan, atau justru mengubah formasi menjadi tiga bek? Atau, mungkinkah Spence dan James tetap bisa dimainkan meski tidak fit 100%? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



