Cedera Unik Jordan Henderson: Operasi Lengan Usai Selebrasi Berlebihan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Inggris Jordan Henderson menjalani operasi lengan di Kansas City setelah cedera saat merayakan kemenangan atas Meksiko.
- Insiden terjadi ketika Henderson mencoba melompati papan reklame, jatuh dengan posisi tidak wajar hingga menyebabkan patah tulang.
- Pelatih Thomas Tuchel dikabarkan akan melarang pemainnya melompati papan reklame untuk mencegah cedera serupa.

Jordan Henderson, gelandang Brentford yang menjadi bagian dari skuad Inggris di Piala Dunia 2026, harus menjalani operasi setelah mengalami patah lengan dalam insiden yang tidak biasa. Cedera itu terjadi saat ia ikut merayakan kemenangan timnya atas Meksiko, Minggu (22/6), ketika mencoba melompati papan reklame di pinggir lapangan dan jatuh dengan posisi yang salah.
Pemain berusia 36 tahun itu tidak tampil dalam pertandingan tersebut, tetapi tetap berada di pinggir lapangan untuk mendukung rekan-rekannya. Setelah pertandingan, ia terlihat dibawa keluar dengan tandu sambil mendapatkan oksigen. Kini, melalui unggahan di Instagram, Henderson mengonfirmasi bahwa operasi telah berjalan sukses di Kansas City, tempat markas tim Inggris selama turnamen.
โOperasi selesai! Ayo bersiap untuk pertandingan besar hari Sabtu,โ tulis Henderson. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada staf Kansas City Orthopaedic Institute, terutama tiga dokter bedah yang menanganinya. Meski cedera, Henderson dipastikan tetap bersama skuad dan akan mendampingi tim saat menghadapi Norwegia di perempat final di Miami, Sabtu (28/6).
Insiden ini menyoroti risiko yang mengintai dalam selebrasi yang tampaknya sepele. Menurut analis olahraga, cedera seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan pengawasan yang lebih ketat dari ofisial tim. โPemain sering kali terbawa euforia, tetapi konsekuensinya bisa fatal bagi karier,โ ujar seorang pengamat. Henderson sendiri hanya tampil sekali sebagai pemain pengganti di turnamen ini, tetapi pengalamannya tetap berharga bagi skuad muda Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa cedera bisa datang dari mana saja, bahkan di momen kegembiraan. Di Indonesia, tradisi selebrasi pemain juga kerap berujung cedera, seperti saat pemain Liga 1 melompat pagar atau melakukan salto. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) bisa mengambil pelajaran dari kasus ini untuk mengedukasi pemain tentang keselamatan saat selebrasi.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah larangan Tuchel akan efektif atau justru mengurangi semangat kebersamaan tim. Henderson, yang optimistis bisa pulih tepat waktu, berharap bisa kembali bermain jika Inggris melaju ke babak selanjutnya. Namun, prioritas utamanya kini adalah pemulihan agar bisa berkontribusi maksimal.



