Martinez Resmi Tinggalkan Portugal: Gagal Penuhi Target Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Roberto Martinez hengkang dari Timnas Portugal setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia.
- Keputusan kontroversialnya memainkan Cristiano Ronaldo secara reguler menjadi sorotan utama selama turnamen.
- FPF sudah memulai perburuan pelatih baru untuk mempertahankan budaya kemenangan tim.

Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) resmi mengakhiri kontrak Roberto Martinez sebagai pelatih kepala tim nasional, menyusul kekalahan 1-0 dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia. Keputusan ini sudah diantisipasi setelah Martinez sebelumnya mengumumkan akan meninggalkan posisinya, yang diembannya sejak Januari 2023.
Martinez, yang pernah menukangi Belgia dari 2016 hingga 2022, membawa Portugal meraih gelar UEFA Nations League pada 2025. Namun, kegagalan di Piala Dunia dan perempat final Euro 2024 (kalah adu penalti dari Prancis) membuat pencapaiannya dianggap kurang memuaskan. Dalam pernyataan resmi, FPF menyebut pemutusan kontrak berlaku mulai Rabu ini, termasuk untuk seluruh staf kepelatihan.
Keputusan Martinez untuk terus menurunkan Cristiano Ronaldo sebagai starter di dua turnamen besar terakhir menuai kritik tajam. Pengamat BBC, Chris Sutton, menilai pelatih asal Spanyol itu "memanjakan" Ronaldo yang kini berusia 41 tahun. Meski demikian, Martinez membela diri usai laga: "Saya datang ke Portugal dengan target memenangi Piala Dunia. Karena gagal, tidak masuk akal untuk melanjutkan. Kontrak saya berakhir hari ini."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisruh ini mengingatkan pada dilema serupa di level klub maupun tim nasional: mempertahankan pemain bintang yang sudah menurun atau berani melakukan regenerasi. Keputusan Martinez dianggap menghambat kesempatan pemain muda Portugal seperti Gonçalo Ramos atau João Félix untuk bersinar di turnamen besar. Kritik serupa juga sering muncul di Liga Indonesia ketika pelatih terlalu bergantung pada pemain senior.
FPF menyatakan telah memulai proses pencarian suksesor. "Kami ingin melanjutkan ambisi dan budaya kemenangan yang sudah dibangun," demikian pernyataan federasi. Nama-nama seperti José Mourinho (yang saat ini menganggur) atau Rúben Amorim (pelatih Sporting Lisbon) disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Namun, tantangan utama pelatih baru adalah mengelola transisi generasi tanpa kehilangan daya saing di level internasional.
Ke depan, Portugal harus segera bangkit untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Euro 2028. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka melepaskan bayang-bayang Ronaldo dan membangun tim yang lebih kolektif? Atau justru kepergian Martinez menjadi awal dari era baru yang lebih gemilang?



