Empat Pilar Timnas Inggris di Ambang Skorsing: Siapa yang Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia?
Baca dalam 60 detik
- Empat pemain Inggris—Rice, Bellingham, Guehi, dan O'Reilly—berisiko absen di semifinal jika mendapat kartu kuning di perempat final melawan Norwegia.
- Aturan FIFA mereset akumulasi kartu kuning setelah perempat final, sehingga skorsing hanya mengancam laga semifinal atau final jika ada kartu merah.
- Selain Inggris, sejumlah pemain kunci dari Prancis, Spanyol, Maroko, Argentina, Swiss, dan Norwegia juga berada dalam situasi serupa.

Empat pemain inti Timnas Inggris harus bermain hati-hati di perempat final Piala Dunia melawan Norwegia. Declan Rice, Jude Bellingham, Marc Guehi, dan Nico O'Reilly terancam absen di semifinal jika mendapat kartu kuning dalam laga yang akan digelar di Atlanta, 15 Juli mendatang.
Dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar, Rice, Guehi, dan O'Reilly masing-masing menerima kartu kuning. Sementara Bellingham sudah mengantongi satu kartu kuning sejak laga melawan Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar. Situasi ini membuat pelatih Thomas Tuchel harus memutar otak untuk menjaga keseimbangan tim tanpa kehilangan pemain kunci di laga krusial.
Aturan FIFA menetapkan bahwa akumulasi dua kartu kuning di fase knockout—babak 32 besar, 16 besar, dan perempat final—berujung skorsing satu pertandingan. Namun, kartu kuning di babak grup sudah dihapus sebelum memasuki fase gugur. Dengan demikian, kartu kuning yang diterima Rice saat melawan Ghana di fase grup tidak lagi diperhitungkan. Jika seorang pemain mendapat kartu kuning di babak 32 besar dan 16 besar, ia akan absen di perempat final. Sementara jika kartu kuning didapat di 16 besar dan perempat final, ia akan melewatkan semifinal.
Kartu kuning akan direset kembali setelah perempat final. Artinya, seorang pemain hanya akan melewatkan final jika mendapat kartu merah di semifinal. FIFA juga berhak memberikan sanksi tambahan jika dianggap perlu, terutama untuk pelanggaran berat.
Ancaman skorsing tidak hanya menghantui Inggris. Prancis memiliki tiga pemain—Michael Olise, Bradley Barcola, dan Manu Kone—yang masing-masing sudah mengantongi satu kartu kuning. Ferran Torres dari Spanyol juga berada di ambang bahaya setelah mendapat kartu kuning di menit akhir saat melawan Portugal. Jika Torres kembali mendapat kartu kuning di perempat final melawan Belgia, ia akan absen di semifinal.
Maroko, yang tampil impresif sebagai tim kejutan, juga memiliki empat pemain yang terancam skorsing, termasuk Achraf Hakimi. Argentina, yang nyaris tersingkir oleh Mesir, bisa kehilangan Gonzalo Montiel di semifinal jika ia mendapat kartu kuning. Swiss, yang lolos setelah adu penalti melawan Kolombia, memiliki tiga pemain yang berada di ambang skorsing, termasuk Granit Xhaka.
Bagi Indonesia, situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen kartu di turnamen besar. Meskipun Timnas Indonesia belum pernah berlaga di Piala Dunia, pelajaran tentang disiplin dan strategi menjaga pemain kunci tetap relevan, terutama saat Indonesia mulai berkompetisi di level Asia dan berpotensi tampil di Piala Dunia di masa depan.
Laga perempat final antara Inggris dan Norwegia diprediksi berlangsung ketat. Norwegia sendiri juga memiliki pemain yang terancam skorsing, yaitu Antonio Nusa. Jika Nusa mendapat kartu kuning dan Norwegia lolos ke semifinal, mereka harus kehilangan pemain sayap andalannya. Pertanyaannya, akankah Tuchel berani mengambil risiko dengan tetap menurunkan keempat pemainnya, atau justru melakukan rotasi untuk mengamankan skuad di semifinal?



