Piala Dunia 2026: Prancis Hadapi Paraguay dengan Skuad Bertabur Bintang Serie A
Baca dalam 60 detik
- Prancis, favorit juara, menurunkan tiga pemain Serie A — Koné, Rabiot, dan Maignan — saat melawan Paraguay di babak 16 besar.
- Paraguay bangkit setelah kekalahan telak dari AS, mengejutkan Jerman lewat adu penalti, dan mengandalkan kiper Gill yang diminati Torino.
- Laga di Philadelphia berpotensi terganggu badai petir, pemenangnya akan bertemu Kanada atau Maroko di perempat final.

Tim nasional Prancis, yang digadang-gadang sebagai kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026, akan berhadapan dengan Paraguay pada babak 16 besar di Philadelphia, Kamis (4/7) dini hari WIB. Laga ini menyajikan duel menarik antara kekuatan Eropa dan kejutan Amerika Selatan, dengan tiga pemain Serie A — Manu Koné, Adrien Rabiot, dan Mike Maignan — menjadi tulang punggung Les Bleus.
Prancis datang dengan rekor sempurna di fase grup: menekuk Senegal 3-1, Irak 3-0, Norwegia 4-1, dan Swedia 3-0 di babak 32 besar. Kylian Mbappé, yang telah mengoleksi enam gol, memimpin perburuan Sepatu Emas, diikuti Ousmane Dembélé yang tak kalah tajam. Namun, pelatih Didier Deschamps harus kehilangan Marcus Thuram (Inter Milan) dan Aurelien Tchouameni akibat cedera otot. Sebagai gantinya, gelandang Roma, Koné, dipasangkan dengan Rabiot (AC Milan) di lini tengah, sementara Maignan (AC Milan) tetap menjadi penjaga gawang utama setelah merayakan ulang tahunnya pekan ini.
Di kubu lawan, Paraguay menunjukkan mental baja. Setelah dihancurkan AS 4-1 di laga pembuka, mereka bangkit dengan mengalahkan Turki 1-0, menahan Australia 0-0, dan menciptakan kejutan terbesar turnamen dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Pahlawan mereka, kiper Orlando Gill, dikabarkan menjadi incaran Torino. Pelatih Paraguay, Daniel Garnero, masih belum bisa menurunkan bek Omar Alderete yang cedera lutut, namun Diego Gomez kembali setelah menjalani skorsing. Antonio Sanabria, striker Cremonese, harus puas duduk di bangku cadangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena memperlihatkan bagaimana pemain-pemain yang berlaga di Serie A — liga yang banyak diikuti di Tanah Air — tampil di panggung dunia. Kehadiran Koné, Rabiot, dan Maignan menjadi bukti pengaruh kompetisi Italia dalam membentuk tim elite. Di sisi lain, kisah Paraguay mengingatkan pada semangat underdog yang kerap disukai publik Indonesia, terutama saat mereka mampu menjungkalkan raksasa seperti Jerman.
Pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Prancis untuk membuktikan status favorit. Meski di atas kertas jauh lebih unggul, tekanan sebagai tim yang nyaris juara pada 2022 bisa menjadi bumerang. Paraguay, dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat, bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Apakah Mbappé dan kawan-kawan akan melaju mulus, atau Paraguay kembali menciptakan sensasi? Jawabannya akan diketahui di Philadelphia.



