John Stones Ditawarkan ke Tiga Raksasa Serie A: Gaji Tinggi dan Riwayat Cedera Jadi Penghalang
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Inggris John Stones, yang baru saja hengkang dari Manchester City, telah ditawarkan ke Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.
- Ketiga klub Italia itu ragu karena tuntutan gaji tinggi dan catatan cedera Stones yang kerap absen dalam beberapa musim terakhir.
- Stones hanya rata-rata tampil 14,6 laga per musim di Liga Inggris dalam lima tahun terakhir, membuat potensi transfernya ke Serie A masih belum pasti.

Bek tengah timnas Inggris John Stones dikabarkan telah ditawarkan kepada tiga klub papan atas Italia—Juventus, Inter Milan, dan AC Milan—namun negosiasi masih terganjal oleh permintaan gaji yang tinggi serta riwayat cedera yang mengkhawatirkan. Stones, yang baru saja meninggalkan Manchester City secara gratis setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni lalu, menjadi incaran sejumlah klub Eropa, tetapi Serie A disebut sebagai tujuan paling realistis.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Stones telah dipromosikan ke semua klub besar Italia. “Dia ada di pasar dan meninggalkan City tanpa biaya,” ujar Romano dalam kanal YouTube-nya. Namun, ia menambahkan bahwa tawaran pertama kepada Inter pada Maret lalu tidak membuahkan hasil, dan pendekatan ulang dalam beberapa hari terakhir juga belum menunjukkan perkembangan berarti. Juventus dan AC Milan pun disebut masih menimbang-nimbang.
Stones menghabiskan satu dekade di Etihad Stadium di bawah asuhan Pep Guardiola, mengoleksi enam gelar Premier League, tiga Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Liga Champions. Namun, di balik deretan prestasi itu, masalah kebugaran menjadi noda. Musim paling produktifnya justru terjadi pada tahun pertamanya (2016-17) dengan 27 penampilan di liga. Dalam lima musim terakhir, ia hanya rata-rata tampil 14,6 laga per musim—angka yang sangat rendah untuk bek selevelnya.
Kekhawatiran klub-klub Italia tidak hanya soal cedera. Gaji Stones yang disebut “besar” secara ekonomi menjadi beban tambahan. Di Serie A, hanya sedikit pemain yang menerima upah setara standar Premier League, apalagi untuk pemain dengan rekam medis kurang meyakinkan. Bagi Juventus yang sedang merombak skuad, Inter yang tengah menyeimbangkan keuangan, dan Milan yang butuh stabilitas di lini belakang, keputusan merekrut Stones menjadi teka-teki.
Dari sudut pandang Indonesia, kabar ini menarik karena Stones adalah salah satu bek Inggris yang namanya dikenal luas oleh penggemar sepak bola Tanah Air. Jika ia benar-benar pindah ke Serie A, laga-laga Liga Italia akan semakin ramai disorot. Namun, dengan persaingan ketat di lini belakang ketiga klub tersebut, Stones belum tentu langsung menjadi pilihan utama. Apakah ia akan mengikuti jejak Chris Smalling yang sukses di Roma, atau justru menjadi pemain mahal yang sering cedera? Jawabannya masih menunggu keputusan akhir dari para direktur klub Italia.



