Final Piala Dunia T20 Wanita: Australia Bidik Gelar Ketujuh, Inggris Incar Kejutan di Lord's
Baca dalam 60 detik
- Australia dan Inggris, dua tim tak terkalahkan, akan bertemu di final Women's T20 World Cup di Lord's, Minggu (4/7).
- Australia, juara bertahan enam kali, mengandalkan kedalaman skuad, sementara Inggris berharap mengakhiri delapan kekalahan beruntun dari rival abadinya.
- Pertandingan ini tidak hanya menentukan juara, tetapi juga mempertegas dominasi Australia atau kebangkitan Inggris di kriket wanita global.

Australia akan berusaha memperpanjang rekor gelar juara Women's Twenty20 World Cup menjadi tujuh saat berhadapan dengan Inggris di final yang digelar di Lord's, London, akhir pekan ini. Kedua tim datang dengan rekor tak terkalahkan, menjanjikan pertandingan puncak yang sarat gengsi dan sejarah.
Tim asuhan Sophie Molineux melenggang ke final setelah menaklukkan West Indies dengan selisih delapan wicket di semifinal. Kemenangan itu menjadi bukti konsistensi Australia yang mampu memenangkan enam pertandingan beruntun di turnamen ini. Molineux, yang menggantikan Alyssa Healy sebagai kapten awal tahun ini, berhasil membangun tim yang tidak bergantung pada satu atau dua pemain bintang.
Ellyse Perry tampil sebagai motor utama dengan tiga penghargaan pemain terbaik dalam enam laga. Dukungan dari Beth Mooney, Georgia Wareham, dan Ashleigh Gardner membuat lini Australia sulit dibaca lawan. "Kami tidak mengandalkan satu atau dua orang. Di momen besar, pemain yang berbeda bisa tampil menonjol," ujar Gardner seusai semifinal.
Di sisi lain, Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Afrika Selatan dengan selisih 40 run di semifinal. Danni Wyatt-Hodge memimpin daftar pencetak run terbanyak turnamen, sementara Sophie Ecclestone dan Charlie Dean masuk dalam jajaran enam pengambil wicket teratas. Namun, tantangan terbesar tetap Australiaโtim yang belum pernah dikalahkan Inggris sejak Juli 2023. Dalam delapan pertemuan terakhir, Inggris selalu kalah, termasuk saat menjalani tur Ashes tahun lalu.
Kapten Inggris, Nat Sciver-Brunt, yang pulih dari cedera betis, optimistis timnya mampu mematahkan dominasi Australia. "Kami sudah merencanakan cara untuk mengalahkan mereka. Australia adalah tim kelas dunia, tapi kami harus berani berhadapan langsung," katanya. Kemenangan akan mengakhiri puasa gelar Inggris selama 17 tahun di ajang ini sekaligus menjadi yang pertama kalinya mereka menjuarai T20 World Cup di kandang sendiri setelah edisi perdana 2009.
Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung, final ini menyajikan tontonan kriket kelas dunia yang bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga ini di tanah air. Federasi Kriket Indonesia (FKI) terus berupaya mempopulerkan kriket, terutama di kalangan wanita. Pertandingan seperti ini menunjukkan bahwa kriket wanita memiliki daya saing dan profesionalisme yang tinggi, layak mendapat perhatian lebih dari publik dan sponsor.
Pertanyaan besarnya: mampukah Inggris memutus rantai kekalahan dan merebut gelar di hadapan pendukung sendiri, atau Australia akan kembali menunjukkan superioritasnya sebagai penguasa kriket wanita dunia? Jawabannya akan terjawab di Lord's, Minggu nanti.



