Tottenham Berburu Sayap Muda: Antonio Nusa Jadi Target Setelah Eli Junior Kroupi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur membuka negosiasi dengan RB Leipzig untuk merekrut Antonio Nusa, pemain sayap Norwegia berusia 21 tahun yang disebut berpotensi menjadi bintang senilai £100 juta.
- Nusa, yang pernah mencetak gol di Piala Dunia, menjadi alternatif setelah Spurs dikaitkan dengan Eli Junior Kroupi (£85 juta) dan Rafael Leao, dengan Leao masih menjadi prioritas utama.
- Statistik Nusa musim lalu menempatkannya di 5% teratas dribel sukses dan progresif di liga top Eropa, menunjukkan potensi besar sebagai penerus Heung-min Son di lini depan Spurs.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan perwakilan Antonio Nusa, pemain sayap muda Norwegia yang kini membela RB Leipzig. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar klub London utara tersebut untuk meremajakan lini depan di bawah arahan pelatih anyar, dengan target utama lainnya seperti Eli Junior Kroupi dan Rafael Leao juga dalam radar.
Menurut sumber internal yang kerap memberikan informasi akurat terkait bursa transfer Spurs, negosiasi dengan kubu Nusa telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Meski demikian, prioritas utama Tottenham saat ini masih tertuju pada Leao, winger AC Milan yang juga tengah dalam pembicaraan positif. Nusa, yang baru berusia 21 tahun, dipandang sebagai opsi jangka panjang yang menjanjikan dengan banderol sekitar £52 juta—jauh lebih murah ketimbang Kroupi yang dihargai £85 juta oleh Bournemouth.
Nusa bukanlah nama asing di kancah sepak bola Eropa. Ia telah mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia bersama Norwegia, sebuah pencapaian langka untuk pemain seusianya. Analis sepak bola Harvey Diamonds bahkan menjulukinya sebagai pemain sayap dengan "potensi menjadi bintang senilai £100 juta atau lebih." Pujian serupa pernah dilontarkan oleh Gaute Nilsen, pengembang pemain muda Stabaek, yang menyebut Nusa lebih bertalenta ketimbang Erling Haaland di usia 14-15 tahun.
Jika dibandingkan dengan Kroupi yang musim lalu mencetak 13 gol sebagai debutan Premier League—rekor terbanyak untuk remaja—Nusa mungkin belum setajam itu. Namun, statistik mendalam menunjukkan bahwa kontribusinya di Leipzig tidak bisa diukur hanya dari angka. Gaya bermainnya yang eksplosif, dengan kemampuan membawa bola ke kotak penalti lawan (peringkat 6% teratas), membuatnya mirip dengan Heung-min Son. Spurs tampaknya ingin menyiapkan suksesor bagi kapten asal Korea Selatan yang kini memasuki usia 33 tahun.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Tottenham terhadap pemain muda seperti Nusa dan Kroupi mencerminkan tren global di mana klub-klub besar mulai berinvestasi besar-besaran pada talenta belia. Jika transfer ini terealisasi, Nusa akan menjadi pemain Norwegia ketiga yang merumput di Premier League setelah Haaland dan Sander Berge. Hal ini bisa membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus liga elite Eropa jika prestasi dan pembinaan usia dini terus ditingkatkan.
Dengan masih adanya kemungkinan Spurs mendatangkan Kroupi dan Nusa sekaligus, lini depan Tottenham musim depan berpotensi menjadi salah satu yang termuda dan paling dinamis di Premier League. Pertanyaannya, akankah klub asal London itu mampu menyelesaikan semua negosiasi di tengah persaingan ketat dari klub-klub lain? Ataukah mereka akan fokus pada satu target utama dan mengorbankan sisanya?



