Fiji Panggil Semi Radradra untuk Nations Championship: Ujian Berat di Cardiff
Baca dalam 60 detik
- Fiji mencoret sembilan pemain dari skuad terakhir dan memanggil kembali Semi Radradra yang absen 18 bulan untuk laga Nations Championship melawan Wales.
- Laga di Cardiff City Stadium sejatinya kandang Fiji, tetapi dialihkan ke Wales demi alasan finansial, menunjukkan tekanan ekonomi pada rugby Pasifik.
- Pelatih sementara Senirusi Seruvakula memimpin tim setelah kepergian Mick Byrne, menghadapi tantangan membangun kembali konsistensi performa.

Fiji memanggil kembali bintang rugby mereka, Semi Radradra, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 18 bulan pada laga Nations Championship melawan Wales, Sabtu (5/7) di Cardiff City Stadium. Keputusan ini diambil di tengah sembilan perubahan besar pada susunan pemain inti, menandai era baru di bawah pelatih sementara Senirusi Seruvakula.
Radradra, yang terakhir kali membela Fiji saat kemenangan 24-19 atas Wales pada November 2024, diharapkan menjadi motor serangan bersama Josua Tuisova dan Jiuta Wainiqolo di lini belakang. Kehadirannya menjadi suntikan moral bagi tim yang tengah beradaptasi dengan kepemimpinan baru setelah kepergian pelatih Mick Byrne pada April lalu.
Laga ini sejatinya merupakan pertandingan kandang Fiji, namun dialihkan ke Cardiff atas pertimbangan finansial. Langkah ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi serikat rugby Pasifik, di mana menjual hak tuan rumah menjadi strategi untuk mendanai program pengembangan. Bagi Fiji, bermain di Wales justru bisa menjadi keuntungan tersembunyi karena tekanan bermain di hadapan pendukung sendiri berkurang.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan dalam konteks persaingan rugby Asia-Pasifik. Fiji adalah salah satu kekuatan utama di kawasan, dan performa mereka di Nations Championship akan memengaruhi peringkat serta peluang lolos ke Piala Dunia 2027. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad untuk SEA Games dan kualifikasi regional bisa mengambil pelajaran dari strategi Fiji dalam mengelola transisi pelatih dan pemain bintang.
Susunan pemain Fiji menampilkan kombinasi pengalaman dan darah segar. Kapten Tevita Ikanivere memimpin barisan depan yang diperkuat Eroni Mawi dan Tim Hoyt. Di lini belakang, duet Radradra-Tuisova menjadi ancaman serius bagi pertahanan Wales. Pelatih Seruvakula menilai bahwa perubahan besar ini diperlukan untuk menguji kedalaman skuad jelang kompetisi jangka panjang.
Wales sendiri datang dengan ambisi besar setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di turnamen sebelumnya. Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi kedua tim: bagi Fiji, membuktikan bahwa mereka bisa bersaing tanpa keunggulan kandang; bagi Wales, mengembalikan kepercayaan diri di hadapan pendukung sendiri.
Ke depan, Nations Championship menjadi ajang krusial bagi Fiji untuk mempertahankan posisi di delapan besar dunia. Pertanyaan besarnya: mampukah Radradra dan kawan-kawan mengulang kejutan seperti kemenangan atas Wales tahun lalu, atau justru tergusur oleh tekanan finansial dan perubahan struktural yang tengah terjadi?



