Kebakaran Hutan di Pulau Salamis, Yunani: Dua Tewas, Ratusan Wisatawan Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Dua orang dilaporkan tewas dalam kebakaran hutan yang melanda Pulau Salamis, Yunani, Minggu (16/8), memaksa lebih dari 570 orang dievakuasi.
- Kebakaran yang dipicu angin kencang dan suhu tinggi ini menyoroti meningkatnya risiko kebakaran hutan di Eropa akibat perubahan iklim.
- Insiden ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa.

Dua orang tewas dan lebih dari 570 orang dievakuasi dari pantai-pantai di Pulau Salamis, dekat Athena, Yunani, pada Minggu (16/8), setelah dua kebakaran hutan melanda pulau tersebut dalam rentang waktu kurang dari setengah jam. Peristiwa ini menjadi babak terbaru dari rangkaian kebakaran hutan yang melanda Eropa selatan pada musim panas ini, dipicu oleh gelombang panas dan kekeringan ekstrem.
Menurut juru bicara pemadam kebakaran Yunani, Vassilis Vathrakogiannis, dua titik api muncul di Peristeria dan Selinia, dua pantai populer di bagian selatan dan timur pulau, hanya berselang 20 menit. Angin yang bertiup kencang hingga 61 kilometer per jam membuat api menyebar dengan cepat, bahkan dalam tujuh menit mampu melalap area yang luas. Kondisi ini memaksa otoritas sipil mengeluarkan empat perintah evakuasi berturut-turut.
Dua korban jiwa, yang dilaporkan sebagai pasangan lanjut usia, ditemukan di area Pantai Peristeria sebelum petugas pemadam tiba. Sembilan orang lainnya harus mendapatkan perawatan medis karena luka bakar, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita ANA. Sementara itu, rumah-rumah warga di sepanjang pantai dilaporkan hangus terbakar, dan puluhan hektare lahan rusak.
Operasi pemadaman melibatkan sekitar 260 petugas pemadam, 60 kendaraan, 10 pesawat, dan 7 helikopter yang dikerahkan dari daratan utama. Berkat upaya keras tersebut, api di Selinia berhasil dipadamkan pada malam hari, sementara titik-titik api di Peristeria masih menyisakan bara. Wakil Wali Kota Salamis, Thodoris Zannis, menyatakan bahwa petugas berhasil mencegah api di Selinia merambat ke gunung dan menyambung dengan api di Peristeria.
Kebakaran di Pulau Salamis bukanlah insiden terisolasi. Sejak akhir Juli, Yunani telah dilanda beberapa kebakaran besar, termasuk di Pulau Skyros yang membakar sekitar 1.300 hektare hutan. Secara nasional, tercatat 36 kebakaran terjadi dalam 24 jam terakhir, dan lima petugas pemadam tewas, termasuk seorang pilot asal Denmark yang helikopternya bertabrakan di udara saat memadamkan api di dekat Athena.
Para ahli lingkungan menilai bahwa perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia telah memperparah kekeringan dan suhu ekstrem, menjadikan kawasan Mediterania semakin rentan terhadap kebakaran. Musim panas ini, Eropa selatan mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, dan Yunani yang sebelumnya relatif luput, kini harus berhadapan dengan kondisi yang lebih ganas.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi cermin penting. Meskipun kondisi geografis berbeda, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi ancaman tahunan, terutama di musim kemarau. Sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta respons cepat menjadi kunci yang sama-sama krusial. Langkah Yunani yang mengerahkan sumber daya besar dalam hitungan jam patut menjadi pelajaran.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana negara-negara, termasuk Indonesia, dapat beradaptasi dengan realitas iklim yang semakin ekstrem. Apakah investasi dalam teknologi pemadaman dan mitigasi akan ditingkatkan, atau justru terus tergerus oleh prioritas lain? Musim kebakaran tahun ini mungkin belum berakhir, dan dunia menanti langkah konkret dari setiap negara.



