Skotlandia Tanpa Russell Justru Makin Tajam, Bisakah Ulangi Kejutan Lawan Afrika Selatan?
Baca dalam 60 detik
- Tom Jordan dan Fergus Burke tampil impresif saat Skotlandia menang 47-38 atas Argentina di laga perdana Nations Championship, menggantikan Finn Russell yang cedera.
- Mantan pemain internasional Peter Wright menyarankan agar Russell tetap di bangku cadangan saat menghadapi juara dunia Afrika Selatan, dengan alasan strategi kejutan.
- Kemenangan di Argentina menunjukkan Skotlandia tidak lagi bergantung pada satu pemain kunci, sebuah modal berharga menghadapi Springboks yang baru saja menghancurkan Inggris.

Tom Jordan dan Fergus Burke membuktikan bahwa Skotlandia tetap bisa tampil garang tanpa Finn Russell. Kemenangan 47-38 atas Argentina di Nations Championship membuka opsi baru bagi pelatih Gregor Townsend: menyimpan sang maestro di bangku cadangan saat berhadapan dengan Afrika Selatan pekan depan.
Russell mengalami masalah betis sehingga Jordan diberi kepercayaan sebagai fly-half sejak awal di Cordoba. Pemain berusia 26 tahun itu tampil tenang dan matang, sementara Burke yang masuk sebagai pengganti justru menunjukkan agresivitas dengan memanfaatkan celah pertahanan lawan. Keduanya sama-sama sukses mengeksekusi tiga konversi, menjadi motor serangan yang efektif sepanjang laga.
Mantan kapten Skotlandia, Lisa Martin, menilai performa Jordan dan Burke membuktikan bahwa tim tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Russell. “Ada lebih banyak struktur, permainan yang lebih teratur. Bagus bahwa kami tidak harus terlalu bergantung pada satu pemain di posisi kunci itu,” ujarnya kepada BBC Radio Scotland.
Namun, Russell tetaplah aset berharga dengan 505 poin dari 94 penampilan. Peter Wright, mantan prop yang memperkuat Skotlandia era 1990-an, justru punya pandangan berbeda. Ia menyarankan Townsend untuk tetap memainkan Jordan sebagai starter dan baru memasukkan Russell pada 30 menit terakhir saat lawan mulai kelelahan. “Itu akan menjadi kejutan,” kata Wright. “Di Piala Dunia, Afrika Selatan fokus menghentikan Finn dan kami tidak punya jawaban lain.”
Kemenangan di Argentina juga menjadi bukti perkembangan mentalitas tim. Townsend mengakui bahwa kekalahan memalukan dari Pumas di Edinburgh November lalu—ketika keunggulan 21-0 buyar—justru menjadi titik balik. “Kami sangat berterima kasih atas kekalahan itu. Setelahnya, kami menjadi tim yang lebih baik, percakapan lebih jujur, dan selama Six Nations kami lebih siap menghadapi perubahan momentum,” ujarnya.
Wright menambahkan bahwa Skotlandia kini mampu merebut kembali momentum saat tertekan. “Selama 30 menit di babak pertama dan 30 menit di babak kedua, mereka melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat. Mereka membuat keputusan baik sambil tetap memainkan rugby atraktif,” katanya. Hal senada diungkapkan Martin: “Ada penurunan di kedua babak, tapi tidak menjadi bola salju. Skotlandia bisa mereset dan menekan lagi. Itu pelajaran penting dari pertandingan sebelumnya.”
Pertanyaan besarnya: apakah strategi tanpa Russell sejak awal akan efektif melawan Afrika Selatan yang baru saja melibas Inggris dengan tujuh try? Springboks dikenal sebagai tim paling fisik dan disiplin di dunia. Namun, Skotlandia punya modal kepercayaan diri setelah menunjukkan kedalaman skuat dan kemampuan beradaptasi. Jika Jordan dan Burke bisa kembali mengendalikan tempo, bukan tidak mungkin kejutan terulang—seperti saat mereka mengalahkan Inggris dan Prancis di Six Nations lalu.



