Henry Winkler Masih Menanti Kolaborasi Bareng Ron Howard: 'Saya Tak Tahu Jika Dia Juga Menginginkannya'
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Henry Winkler mengaku kerap terpikir untuk kembali beradu peran dengan Ron Howard, namun ia tak yakin sang sahabat memiliki keinginan serupa.
- Di usianya yang ke-80, Winkler tetap aktif berkarya dan menolak pensiun, sementara Howard kini disibukkan dengan proyek sekuel 'How the Grinch Stole Christmas'.
- Reuni profesional keduanya terakhir terjadi pada 1982 lewat film 'Night Shift', dan hingga kini penggemar masih menantikan kolaborasi baru dari duet ikonik 'Happy Days' ini.

LOS ANGELES โ Henry Winkler, aktor yang namanya melekat lewat karakter Fonzie di serial legendaris Happy Days, mengaku masih membuka peluang untuk kembali berkolaborasi dengan Ron Howard. Namun, di usianya yang kini menginjak 80 tahun, ia jujur mengakui tak pernah tahu apakah mantan lawan mainnya itu juga memendam keinginan yang sama.
Pernyataan itu disampaikan Winkler saat menjadi pembicara di Television Academy's Televerse Festival di Los Angeles, Sabtu (15/08/2026). Di hadapan para peserta, ia mengenang masa-masa kejayaan Happy Days yang tayang di ABC dan sukses besar pada era 1970-an. Winkler dan Howard, yang kala itu berperan sebagai Richie Cunningham, menjadi salah satu duet paling ikonik dalam sejarah televisi Amerika sebelum Howard memutuskan hengkang pada 1980 demi fokus ke dunia sutradara.
Meski sudah lebih dari empat dekade berlalu, Winkler menegaskan bahwa gagasan untuk kembali bekerja sama dengan Howard kerap melintas di pikirannya. Namun saat ditanya apakah Howard juga merasakan hal yang sama, ia menjawab dengan nada setengah bercanda, "Saya tidak tahu apakah dia juga memikirkannya." Setelah sempat bersatu lagi dalam film komedi Night Shift (1982), Winkler bercanda bahwa mereka "tidak akan bisa membuat yang lebih baik lagi" dari karya tersebut.
Ikatan emosional antara keduanya memang tak pernah pudar. Winkler pernah menceritakan momen ketika Howard meneleponnya untuk mengabarkan keputusan hengkang dari Happy Days. Saat itu, reaksi pertamanya dramatis: ia merasa "akan mati" karena kehilangan sahabat dan partner akting terbaiknya. Namun, ia justru mendorong Howard untuk mengejar mimpinya menjadi sutradara, sebuah keputusan yang terbukti tepat karena Howard kemudian sukses mengarahkan film-film seperti Apollo 13, A Beautiful Mind, hingga The Da Vinci Code.
Winkler juga menekankan bahwa hubungannya dengan Howard bukan sekadar rekan kerja. Dalam wawancara dengan Rich Eisen Show pada Juni lalu, ia menggambarkan koneksi mereka sebagai sesuatu yang langka: "Kami seperti disentuh oleh alam semesta. Ada benang yang menghubungkan kami." Menurutnya, mereka bisa saling memahami tanpa perlu banyak bicara, sebuah chemistry yang jarang ditemukan dalam industri hiburan.
Di tengah kesibukannya, Winkler menegaskan tak ada rencana untuk pensiun. Baginya, berhenti bekerja adalah hal yang "mematikan". Semangat itu terbukti dari kariernya yang terus berlanjut setelah Happy Days, termasuk lewat peran di Arrested Development, Royal Pains, dan Barry yang membuatnya meraih Emmy pertamanya sebagai aktor pendukung.
Sementara itu, Ron Howard tengah disibukkan dengan proyek sekuel How the Grinch Stole Christmas yang digarap Universal dan Imagine Entertainment. Kabarnya, ia dan Jim Carrey sedang dalam pembicaraan untuk kembali terlibat lebih dari 25 tahun setelah film orisinalnya rilis.
Bagi penggemar setia Happy Days di Indonesia, kabar ini tentu membawa harapan akan adanya reuni manis antara Fonzie dan Richie. Meski peluang itu masih tipis, semangat Winkler yang tak pernah padam untuk berkarya menjadi inspirasi bahwa usia hanyalah angka. Akankah Hollywood memberi kejutan dengan menyatukan kembali dua sahabat ini di layar lebar? Kita tunggu saja.



