GLP-1 Agonis seperti Ozempic Berpotensi Turunkan Risiko Amputasi pada Pasien Diabetes dengan Penyakit Arteri Perifer
Baca dalam 60 detik
- Studi observasional terhadap lebih dari 4.200 pasien menunjukkan bahwa pengguna GLP-1 agonis memiliki risiko kematian, rawat inap, dan amputasi yang lebih rendah dibandingkan pengguna metformin.
- Manfaat terbesar terlihat pada pasien dengan iskemia kronis yang mengancam anggota gerak dan mereka yang mengalami obesitas, menunjukkan efek perlindungan pembuluh darah.
- Para peneliti menekankan perlunya uji klinis acak untuk memastikan hubungan kausal, namun temuan ini membuka peluang terapi baru untuk PAD yang selama ini terbatas pilihan pengobatannya.

Obat golongan GLP-1 receptor agonists yang lazim digunakan untuk diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, menunjukkan potensi baru dalam menekan risiko komplikasi serius pada pasien yang juga menderita penyakit arteri perifer (PAD). Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi obat ini memiliki angka kematian, rawat inap, dan amputasi yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan mereka yang hanya mendapat metformin.
PAD adalah kondisi penyempitan arteri yang mengurangi aliran darah ke tungkai, sering bermanifestasi sebagai nyeri saat berjalan, luka yang sulit sembuh, hingga iskemia kronis yang mengancam anggota gerak. Pada penderita diabetes tipe 2, prevalensi PAD dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan populasi umum, dan kombinasi keduanya meningkatkan risiko amputasi tungkai bawah hingga lima kali lipat. Selama ini, pilihan terapi untuk PAD terbatas pada perubahan gaya hidup dan obat-obatan yang belum tentu efektif pada kasus berat.
Tim peneliti dari Cleveland Clinic menganalisis data rekam medis elektronik dari basis data global TriNetX, mencakup 2.133 pasien yang menggunakan GLP-1 agonis dan 2.133 pasien yang hanya menggunakan metformin. Kedua kelompok disesuaikan berdasarkan karakteristik demografis dan klinis. Selama periode lima tahun, kelompok GLP-1 menunjukkan penurunan risiko kematian, rawat inap karena sebab apa pun, amputasi mayor dan minor, serta prosedur revaskularisasi perifer. Menariknya, tidak ada perbedaan signifikan dalam angka serangan jantung, stroke, atau komplikasi ginjal serius.
“Pasien dengan CLTI dan obesitas memiliki beban inflamasi, disfungsi endotel, dan penyakit metabolik yang lebih tinggi,” jelas Akiva Rosenzveig, MD, rekan kardiologi di Cleveland Clinic dan penulis studi. “GLP-1 agonis memperbaiki banyak proses ini melalui penurunan berat badan, kontrol glikemik yang lebih baik, efek anti-inflamasi, dan perbaikan fungsi endotel. Karena pasien ini memiliki risiko dasar tertinggi, mereka mungkin mendapat manfaat terbesar.”
Para peneliti menduga efek perlindungan pembuluh darah ini tidak semata-mata berasal dari penurunan gula darah atau berat badan. GLP-1 diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, meningkatkan bioavailabilitas oksida nitrat, dan mengurangi stres oksidatif—mekanisme yang secara biologis masuk akal untuk memperlambat aterosklerosis dan memperbaiki aliran darah ke ekstremitas bawah. Namun, karena studi ini bersifat observasional, hubungan kausal belum dapat dipastikan.
Di Indonesia, angka diabetes terus meningkat dan komplikasi PAD seringkali terdiagnosis pada stadium lanjut. Keterbatasan akses ke obat-obatan inovatif dan biaya yang tinggi menjadi tantangan. Temuan ini memberikan harapan baru, terutama bagi pasien dengan risiko amputasi tinggi. Meski demikian, Rosenzveig mengingatkan perlunya uji klinis acak untuk memvalidasi hasil ini. “Kami hanya bisa mencatat asosiasi yang jelas tanpa kausalitas. Uji coba besar sangat diperlukan,” ujarnya.
Ke depan, jika hasil ini dikonfirmasi, GLP-1 agonis bisa menjadi pilihan terapi yang tidak hanya mengontrol gula darah tetapi juga menyelamatkan anggota gerak dan memperpanjang hidup pasien diabetes dengan PAD. Pertanyaan yang masih menggantung: apakah efek serupa juga berlaku pada pasien PAD tanpa diabetes? Penelitian lebih lanjut akan menjawabnya.



