Duta Besar Thailand di Brunei Pimpin Donor Darah: 28 Kantong Darah Terkumpul
Baca dalam 60 detik
- Kedutaan Besar Thailand di Brunei menggelar donor darah untuk memperingati ulang tahun Ratu Sirikit, mengumpulkan 28 kantong darah.
- Ini merupakan donor darah ke-15 yang diinisiasi KBRI Thailand di Brunei, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam aksi sosial.
- Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral Thailand-Brunei, tetapi juga menyoroti pentingnya donor darah bagi ketahanan sistem kesehatan.

BANDAR SERI BEGAWAN โ Kedutaan Besar Thailand di Brunei Darussalam menggelar aksi donor darah pada 11 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan ulang tahun Ratu Sirikit dan Hari Ibu Nasional Thailand. Kegiatan yang berlangsung di Pusat Donor Darah Rumah Sakit Raja Isteri Pengiran Anak Saleha ini berhasil mengumpulkan 28 kantong darah, sebuah kontribusi nyata bagi ketersediaan stok darah di Brunei.
Aksi sosial ini merupakan buah kolaborasi antara KBRI Thailand, komunitas Thailand di Brunei, dan kelompok Friends of Thailand. Duta Besar Thailand untuk Brunei, Akrapong Chalermnon, turun langsung memimpin jalannya kegiatan, didampingi sejumlah staf kedutaan. Kehadiran para diplomat dan warga Thailand ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berhenti pada tataran politik dan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.
Menariknya, ini bukan kali pertama KBRI Thailand menginisiasi donor darah di Brunei. Tercatat, ini adalah penyelenggaraan yang ke-15 kalinya. Konsistensi ini menunjukkan adanya komitmen jangka panjang yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi contoh bagaimana sebuah perwakilan diplomatik dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial di negara tempatnya bertugas.
Bagi Indonesia, aksi donor darah yang melibatkan perwakilan diplomatik ini bisa menjadi inspirasi. Di tengah kebutuhan darah yang terus meningkat, terutama untuk pasien thalassemia, kecelakaan, dan ibu melahirkan, peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan. Palang Merah Indonesia (PMI) sendiri kerap kali mengeluhkan stok darah yang menipis, terutama di masa libur panjang atau saat bencana alam. Kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan KBRI Thailand di Brunei bisa menjadi model untuk meningkatkan partisipasi donor darah di Indonesia.
Lebih dari sekadar angka, 28 kantong darah yang terkumpul adalah simbol solidaritas dan kepedulian yang melampaui batas negara. Di tengah hiruk-pikuk isu geopolitik, kegiatan seperti ini mengingatkan bahwa hubungan antarnegara pada akhirnya adalah hubungan antarmanusia. Inisiatif KBRI Thailand di Brunei juga menunjukkan bahwa diplomasi publik yang kreatif dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah kegiatan serupa akan terus berlanjut dan bahkan diperluas, misalnya dengan melibatkan lebih banyak komunitas atau bekerja sama dengan rumah sakit di negara lain. Jika ya, maka tradisi kemanusiaan ini tidak hanya akan memperkuat citra Thailand di mata Brunei, tetapi juga menjadi warisan diplomasi yang bermakna.



