Kaia Gerber Buka Suara: Pernah Diusir Roh Jahat dengan Didgeridoo, Kini Lawan Tekanan Berat Badan Hollywood
Baca dalam 60 detik
- Model dan aktris Kaia Gerber mengaku pernah menjalani ritual pengusiran roh saat kecil, dengan alat musik didgeridoo sebagai mediumnya.
- Di balik pengakuan spiritualnya, ia menyoroti tekanan berat badan di industri hiburan dan perbandingan terus-menerus dengan ibunya, Cindy Crawford.
- Pengalaman ini membuka diskusi tentang kesehatan mental dan standar kecantikan yang tidak realistis, relevan bagi publik Indonesia yang juga bergulat dengan isu serupa.

Kaia Gerber, putri supermodel Cindy Crawford, mengungkap pengalaman masa kecil yang tak lazim: ia pernah dianggap kerasukan dan menjalani ritual pengusiran roh. Pengakuan ini disampaikan dalam wawancara terbaru, membuka sisi lain dari kehidupan seorang figur publik yang kerap tampil sempurna di atas panggung mode.
Dalam perbincangan di Mitch Churi Chat Show, perempuan 24 tahun itu menceritakan bahwa ia diberi tahu telah dirasuki entitas asing. Ritual yang dilakukan bukanlah pengusiran setan ala gereja, melainkan memainkan alat musik tradisional Australia, didgeridoo, di sekujur tubuhnya. "Itu benar-benar terjadi. Saya belum pernah membicarakannya sebelumnya," ujarnya, menambahkan bahwa ia merasa "sembuh total" setelahnya.
Pengalaman spiritual ini bukan satu-satunya hal yang ia bagikan. Gerber juga mengungkap bahwa sang ibu memberinya air suci saat ia syuting American Horror Story musim kesepuluh. "Ibu saya khawatir saya akan kerasukan lagi," katanya. Detail ini menunjukkan bagaimana keyakinan dan perlindungan keluarga mewarnai kariernya di industri yang penuh tekanan.
Di luar kisah supranatural, Gerber menyoroti isu yang lebih dekat dengan keseharian banyak orang: gangguan makan dan tekanan untuk memiliki tubuh kurus. Dalam wawancara dengan Vogue, ia mengaku pernah mengalami disordered eating. "Orang bilang, 'Kamu terlihat buruk,' dan itu tidak membantu sama sekali," tuturnya. Ia juga mengkritik tren Hollywood yang saat ini mengagungkan tubuh sangat kurus, sebuah siklus yang menurutnya berulang dan berbahaya.
Perbandingan dengan ibunya, Cindy Crawford, menjadi beban tersendiri. "Saya iri dengan tubuh ibu saya. Saya ingin punya payudara dan bokong," ungkapnya. Komentar publik tentang tubuhnya, yang kerap datang tanpa diminta, membuatnya sulit untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Hal ini menggambarkan betapa kejamnya standar ganda yang dihadapi perempuan di industri hiburan.
Di Indonesia, isu kesehatan mental dan body shaming juga marak diperbincangkan, terutama di kalangan anak muda yang aktif di media sosial. Fenomena seperti tren diet ekstrem dan komentar negatif tentang penampilan sering kali memicu kecemasan dan depresi. Pengakuan Gerber menjadi pengingat bahwa bahkan mereka yang tampak sukses dan cantik pun tidak luput dari tekanan ini.
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Djuwita, menilai bahwa tekanan untuk tampil sempurna di ruang publik dapat berdampak serius pada kesehatan mental. "Perbandingan sosial yang konstan, terutama dengan figur publik, dapat memicu perasaan tidak berharga dan gangguan makan," ujarnya. Ia menekankan pentingnya dukungan sosial dan profesional bagi mereka yang mengalami hal serupa.
Gerber juga berbicara tentang kehidupan asmaranya yang kini lebih tertutup. Setelah berpacaran dengan Austin Butler dan Jacob Elordi, ia kini menjalin hubungan dengan Lewis Pullman selama dua tahun. Ia sengaja menjaga privasi karena merasa definisi publik tentang dirinya sering kali misoginis, seperti dicap sebagai "serial dater" atau "serakah". "Sangat sedikit hal yang bisa Anda lindungi sebagai orang terkenal," katanya.
Ia berharap hubungannya tidak mengubah dirinya, dan ia bisa tetap menjadi dirinya sendiri. "Saya ingin selalu merasa seperti saya, dan dalam hubungan ini saya merasakan itu," tutupnya. Pernyataan ini menunjukkan keinginan untuk autentik di tengah hingar-bingar industri yang sering kali memaksa seseorang untuk berakting.
Kisah Gerber, dari ritual pengusiran roh hingga perjuangan melawan tekanan berat badan, menyoroti kompleksitas kehidupan di bawah sorotan publik. Apakah pengakuannya akan memicu perubahan dalam cara industri memperlakukan kesehatan mental para artis, atau justru menjadi bahan gosip semata? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, suaranya menambah perspektif penting dalam diskusi tentang kecantikan, kesehatan, dan ketenaran.



