Wamen LH Peringatkan Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bukan Sekadar Tontonan
Baca dalam 60 detik
- Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono melarang warga mendekati TPA Jatiwaringin yang terbakar karena risiko kesehatan serius.
- Asap kebakaran sampah mengandung polutan karsinogenik dan dapat menyebabkan ISPA dalam radius 1,7 km.
- Pemadaman masih berlangsung via darat dan udara; warga diimbau menggunakan masker jika tetap tinggal di sekitar lokasi.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang bukanlah atraksi yang layak disaksikan dari dekat. Ia meminta masyarakat tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai tontonan, mengingat ancaman polutan berbahaya yang mengintai dalam radius 1,7 kilometer dari titik api.
"Kami mohon masyarakat sekitar agar kebakaran TPA ini tidak menjadi tontonan warga. Ini bukan hiburan, tidak perlu ada yang ditonton," ujar Diaz saat meninjau lokasi pada Sabtu (4/7). Pernyataan ini disampaikan menyusul masih banyaknya warga yang penasaran dan mendekati area kebakaran untuk menyaksikan proses pemadaman.
Diaz menjelaskan bahwa asap yang membubung dari tumpukan sampah yang terbakar mengandung senyawa beracun, termasuk partikel karsinogenik yang dapat memicu kanker jika terpapar dalam jangka panjang. Risiko langsung yang lebih umum adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang dapat menyerang siapa saja yang menghirup udara terkontaminasi tanpa pelindung.
Pemerintah daerah setempat telah diminta untuk segera mengevakuasi warga yang berada di zona paling terdampak. "Jarak 1,7 kilometer yang benar-benar harus dihindari, tadi saya sudah meminta pada Pak Bupati untuk mengevakuasi warga yang ada di sana," tegas Diaz. Langkah ini diambil untuk meminimalkan korban jiwa akibat paparan polutan yang tidak kasatmata.
Bagi warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing dalam radius tersebut, Diaz mengimbau agar selalu menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya. "Kalau masih mau tinggal di situ jangan lupa pakai masker, dan mungkin pelindung-pelindung," tuturnya. Imbauan ini menjadi krusial mengingat pemadaman masih terus berlangsung dan asap belum sepenuhnya terkendali.
Kebakaran TPA Jatiwaringin yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6) ini menunjukkan betapa rentannya pengelolaan sampah di Indonesia terhadap bencana. Peristiwa serupa kerap terjadi di berbagai daerah, menimbulkan polusi udara yang mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pengurangan sampah organik yang mudah terbakar dan peningkatan teknologi pemadaman dini.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan TPA di seluruh Indonesia, atau justru membiarkan insiden serupa terulang kembali. Sementara itu, warga Jatiwaringin masih harus bersabar menunggu api benar-benar padam dan udara kembali layak hirup tanpa rasa khawatir.



