Portugal Hadapi Kroasia di Fase Gugur: Martinez Sebut Ini 'Piala Dunia Kedua'
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Portugal Roberto Martinez menyebut laga melawan Kroasia di babak 32 besar sebagai awal turnamen baru setelah melewati fase grup yang berat.
- Portugal lolos sebagai runner-up Grup K setelah ditahan imbang DR Kongo dan Kolombia, serta menang telak atas Uzbekistan.
- Pertandingan ini menjadi duel dua legenda, Cristiano Ronaldo (41) dan Luka Modric (40), yang kemungkinan menjadi penampilan Piala Dunia terakhir bagi salah satunya.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa timnya akan memperlakukan babak gugur Piala Dunia 2026 sebagai sebuah turnamen baru. Menjelang laga kontra Kroasia di Toronto, Kamis (2/7), Martinez menyebut fase knockout adalah "Piala Dunia kedua" yang membutuhkan persiapan matang dan mental juara.
Portugal melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup K di bawah Kolombia. Perjalanan mereka di fase grup tidak mulus: dua hasil imbang melawan DR Kongo dan Kolombia, serta satu kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan. Martinez mengakui grup tersebut sangat kompetitif dan menjadi ujian berarti bagi anak asuhnya. "Besok kami memulai Piala Dunia kedua, persiapan sangat penting," ujarnya dalam konferensi pers, merujuk pada tiga laga grup yang ia nilai sulit.
Kroasia bukan lawan sembarangan. Tim berjuluk Vatreni itu adalah runner-up Piala Dunia 2018 dan peraih medali perunggu pada edisi 2022. Martinez mengakui kualitas lawan yang sudah saling mengenal kekuatan masing-masing. "Kroasia adalah tim yang kami kenal baik. Mereka juga tahu kelebihan dan talenta kami, jadi ini akan menjadi pertandingan yang kompetitif," kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Keputusan Martinez memainkan Cristiano Ronaldo penuh 90 menit di laga terakhir grup melawan Kolombia menuai kritik dari media Portugal. Mereka menyoroti minimnya menit bermain untuk penyerang lain seperti Goncalo Ramos. Namun, Martinez dengan tegas membantah kekhawatiran tersebut. Menurutnya, semua pemain memahami peran mereka dan siap dimainkan kapan pun. "Yang penting adalah semua pemain siap bermain untuk tim โ baik sebagai starter maupun di bangku cadangan," tegasnya.
Pertandingan ini juga menjadi panggung duel dua ikon sepak bola: Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, keduanya mantan rekan setim di Real Madrid. Di usia 41 dan 40 tahun, laga ini kemungkinan menjadi penampilan Piala Dunia terakhir bagi salah satu dari mereka. Martinez memuji keduanya sebagai legenda yang berada di atas opini publik. "Orang bicara tentang usia, tapi usia hanyalah angka. Yang penting adalah apa yang mereka lakukan dan contoh yang mereka berikan di ruang ganti," katanya.
Laga ini juga memiliki bobot emosional bagi Portugal. Sehari sebelum pertandingan, tepatnya pada 2 Juli, adalah hari peringatan meninggalnya penyerang Diogo Jota yang tewas dalam kecelakaan mobil. Gelandang Vitinha mengatakan bahwa mengenang Jota menjadi motivasi tambahan untuk meraih kemenangan. "Kami memiliki semua motivasi untuk menang besok... untuk keluarga kami, untuk Diogo Jota, untuk seluruh negara, untuk seluruh Portugal. Inilah mengapa kami akan melakukan segalanya, benar-benar yang terbaik, untuk menang melawan Kroasia," ujarnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel Portugal vs Kroasia menawarkan tontonan kelas dunia. Kedua tim memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, terutama Portugal berkat popularitas Ronaldo. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian apakah generasi emas Portugal mampu melampaui pencapaian mereka di Euro 2016, atau justru Kroasia yang kembali menunjukkan kegigihan sebagai tim underdog. Satu hal yang pasti: babak gugur Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, dan Portugal siap memberikan segalanya.



