Montes-Vasquez, Duet Masa Kecil yang Kokohkan Pertahanan Meksiko
Baca dalam 60 detik
- Cesar Montes dan Johan Vasquez, rekan setim sejak usia 10 tahun, menjadi fondasi lini belakang Meksiko yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026.
- Keduanya melewati perjalanan karier yang nyaris identik, dari akademi Pachuca hingga meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo.
- Kekompakan yang terbangun sejak kecil dinilai menjadi kunci soliditas pertahanan El Tri jelang menghadapi Inggris di babak 16 besar.

Dua bek tengah Meksiko, Cesar Montes dan Johan Vasquez, membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak kecil bisa menjadi modal berharga di pentas Piala Dunia. Hingga babak 16 besar, gawang El Tri belum sekalipun kebobolan, dan duet bek asal negara bagian Sonora itu menjadi alasan utamanya.
Montes dan Vasquez pertama kali bertemu di akademi Pachuca saat berusia sekitar sepuluh tahun. Kala itu, mereka langsung akrab karena berasal dari daerah yang sama. โKami sadar berasal dari negara bagian, wilayah, dan area yang sama,โ kenang Vasquez kepada FIFA. Pertemanan itu terus berlanjut saat keduanya membela Cimarrones de Sonora, kemudian Monterrey, hingga akhirnya sama-sama dipanggil tim nasional.
Kebersamaan yang panjang membuat mereka saling memahami pergerakan dan batas kemampuan masing-masing. Vasquez mengakui bahwa memiliki rekan setim dari kampung halaman yang sama memberikan rasa aman. โSaat saya pindah klub baru dan tidak kenal siapa pun, saya cenderung mendekati orang yang paling dekat asalnya. Dia menyambut saya dan membantu banyak hal,โ ujarnya.
Momen paling membahagiakan dalam perjalanan mereka adalah saat meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Sejumlah pemain yang kini memperkuat Meksiko di Piala Dunia 2026 juga berasal dari generasi yang sama, termasuk lulusan sistem pembinaan Cimarrones de Sonora. โKami sudah seperti keluarga di tim nasional. Saling kenal dan bermain bersama selama bertahun-tahun. Itulah kuncinya,โ tambah Vasquez.
Catatan tanpa kebobolan ini tidak lepas dari kerja sama tim, bukan hanya jasa lini belakang. Vasquez mengingatkan bahwa ada kalanya rekan setim atau kiper yang melakukan penyelamatan. โKami sadar fase permainan yang berbeda, saling kenal lama, dan tahu batas masing-masing. Itulah yang membuat pertahanan kami hebat,โ jelasnya menjelang laga melawan Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Montes dan Vasquez bisa menjadi pelajaran berharga. Pembinaan usia dini yang konsisten dan ikatan emosional antarpemain terbukti mampu menciptakan lini pertahanan tangguh. Timnas Indonesia pun tengah membangun generasi emas melalui program jangka panjang seperti Garuda Select. Apakah persahabatan serupa akan lahir dari proses tersebut?



