Setelah Tonali dan Fernandes, Spurs Incar 'Mac Allister Baru' De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan bergabung dalam perburuan gelandang Brighton, Yasin Ayari, yang disebut-sebut sebagai tipe pemain mirip Alexis Mac Allister.
- Di bawah Roberto De Zerbi, Spurs telah menggelontorkan dana besar untuk Tonali dan Fernandes, namun potensi kepergian beberapa gelandang membuat mereka kembali aktif di bursa.
- Ayari, yang baru berusia 22 tahun, menunjukkan performa impresif bersama Brighton dan Swedia, dengan akurasi umpan mencapai 86% musim lalu.

Tottenham Hotspur belum puas berbelanja pemain di bursa transfer musim panas ini. Setelah mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes dengan total biaya mencapai ยฃ185 juta, klub asal London Utara itu kini dikaitkan dengan gelandang muda Brighton & Hove Albion, Yasin Ayari. Pelatih Roberto De Zerbi disebut ingin menyatukan kembali dengan pemain yang pernah ia latih di Brighton, sekaligus mencari proyek tengah lapangan baru yang potensial.
Menurut laporan Caught Offside, Spurs harus bersaing dengan Liverpool, Chelsea, dan Newcastle United untuk mendapatkan tanda tangan Ayari. Gelandang Swedia berusia 22 tahun itu masih terikat kontrak dengan Brighton hingga 2027, namun klub asal pantai selatan tersebut mulai khawatir dengan minat dari klub-klub besar Premier League. Brighton sendiri berusaha memperpanjang kontrak Ayari, tetapi tawaran yang menggiurkan bisa mengubah situasi.
Ayari direkrut Brighton pada Januari 2023 dan menjalani debut di bawah asuhan De Zerbi beberapa bulan kemudian. Ia sempat dipinjamkan ke Coventry City pada musim berikutnya sebelum kembali ke Brighton dan menunjukkan peningkatan performa. Musim 2025/26, pemain bertinggi 173 cm ini mencatatkan enam gol dan assist, dengan akurasi umpan mencapai 86%โhanya sedikit di bawah rata-rata Mac Allister (87%) saat masih di Brighton. Scout Lab bahkan mencatat bahwa pemain yang paling mirip dengan Ayari di lima liga top Eropa adalah gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister.
Kedekatan Ayari dengan Mac Allister bukan hanya soal statistik. Keduanya sama-sama beroperasi sebagai gelandang serang (nomor 10) yang tenang dan memiliki kontrol bola yang baik. Ayari juga jarang kehilangan bola, rata-rata hanya 8,3 kali per pertandingan, lebih baik dari Mac Allister yang 10,4 kali. Gaya bermain ini sangat cocok dengan filosofi De Zerbi yang mengedepankan penguasaan bola. Tak heran jika De Zerbi disebut ingin mengulang kesuksesannya bersama Mac Allister dan Moises Caicedo dengan mengembangkan Ayari di Tottenham.
Kebutuhan Spurs di lini tengah semakin mendesak setelah beberapa pemain hengkang. Yves Bissouma sudah pergi, sementara Lucas Bergvall dan Archie Gray dikabarkan menjadi incaran Nottingham Forest dan Newcastle United. Joao Palhinha juga tidak akan kembali setelah masa peminjamannya berakhir. Dengan James Maddison yang kerap mengalami cedera, kehadiran Ayari bisa menjadi solusi jangka pendek sekaligus investasi masa depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League terus berburu talenta muda potensial. Jika Ayari bergabung dengan Spurs, ia akan bersaing dengan pemain-pemain bintang dan bisa menjadi salah satu gelandang serang terbaik di liga. De Zerbi sendiri dikenal sebagai pelatih yang mampu mengorbitkan pemain muda, seperti yang ia lakukan terhadap Mac Allister yang kini bersinar di Liverpool.
Pertanyaan besarnya, akankah Tottenham berhasil mengamankan tanda tangan Ayari di tengah persaingan ketat? Atau justru Brighton akan mempertahankannya dengan kontrak baru? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini masih menyisakan kejutan, dan Spurs tampaknya belum selesai berbelanja.



