Udinese Gempur Skuad: Dua Gelandang Baru Segera Gabung
Baca dalam 60 detik
- Udinese resmi mengamankan jasa Unai Gomez dari Athletic Club dan Giorgi Chakvetadze dari Watford dalam satu hari.
- Unai Gomez, produk akademi Bilbao, datang dengan pengalaman 37 penampilan dan catatan dua gol plus satu assist musim lalu.
- Chakvetadze, gelandang serang Georgia, diharapkan menambah kreativitas lini tengah setelah hanya mencatat tiga assist di Championship.

Udinese bergerak cepat di bursa transfer musim panas dengan mengunci dua rekrutan anyar sekaligus: gelandang Athletic Club Unai Gomez dan pemain sayap Watford Giorgi Chakvetadze. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub asal Friuli itu untuk tidak hanya bertahan di papan tengah Serie A, melainkan juga membangun fondasi jangka panjang yang lebih solid.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan pakar transfer Fabrizio Romano, kesepakatan dengan Athletic Club untuk Unai Gomez sudah mencapai tahap akhir. Pemain berusia 23 tahun itu telah menyetujui kontrak pribadi, sementara kedua klub juga sudah berjabat tangan secara verbal. Gomez merupakan produk asli akademi Lezama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pembibit terbaik di Spanyol. Musim lalu, ia mencatatkan 37 penampilan di semua kompetisi dengan torehan dua gol dan satu assist—angka yang mungkin tidak spektakuler, tetapi menunjukkan konsistensi dan kemampuan beradaptasi di berbagai posisi lini tengah.
Sementara itu, laporan dari Gianluca Di Marzio—juga dari Sky Sport Italia—menyebutkan bahwa Udinese hampir pasti mendatangkan gelandang serang Georgia, Giorgi Chakvetadze, dari Watford. Pemain yang akan berusia 27 tahun pada Agustus mendatang ini sudah menjadi langganan timnas Georgia dengan koleksi 10 gol dari 39 caps. Watford sendiri baru merekrut Chakvetadze secara permanen dari KAA Gent pada 2024 setelah sebelumnya dipinjam, dengan biaya transfer sekitar €2,5 juta. Di Championship musim lalu, ia hanya mencatatkan tiga assist dalam 29 pertandingan—angka yang mungkin di bawah ekspektasi, tetapi potensi kreativitasnya tetap diakui.
Kedua rekrutan ini menunjukkan arah baru Udinese di bawah pelatih Kosta Runjaic, yang musim lalu berhasil membawa tim finis di papan tengah Serie A. Dengan tambahan dua gelandang muda dan berpengalaman, Udinese ingin meningkatkan daya saing di lini tengah yang musim lalu kerap kesulitan menciptakan peluang. Unai Gomez diharapkan bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan, sementara Chakvetadze diplot sebagai kreator serangan dari sisi sayap atau sebagai gelandang serang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Udinese ini menarik untuk diikuti karena klub tersebut kerap menjadi batu loncatan pemain Asia—termasuk beberapa pemain Timnas Indonesia yang sempat dikaitkan. Meski tidak ada pemain Asia dalam dua rekrutan ini, strategi Udinese yang agresif di bursa transfer bisa menjadi indikasi bahwa mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi, bukan sekadar penghuni papan tengah. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah kedua pemain ini bisa langsung beradaptasi dengan kerasnya Serie A, atau justru menjadi bagian dari proyek jangka panjang yang baru akan terlihat hasilnya dalam satu atau dua musim ke depan?



