Napoli Gaet Allegri: Pelatih Enam Scudetto Gantikan Conte
Baca dalam 60 detik
- Massimiliano Allegri resmi menukangi Napoli hingga 2029, menggantikan Antonio Conte yang hengkang setelah musim lalu.
- Pelatih 58 tahun itu membawa rekor enam gelar Serie A, lima Coppa Italia, dan dua final Liga Champions.
- Keputusan ini menjadi ujian bagi Allegri untuk membuktikan diri setelah dipecat Milan akibat gagal ke Liga Champions.

Napoli resmi menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala anyar dengan kontrak berdurasi hingga Juni 2029. Langkah ini diambil setelah Antonio Conte memutuskan meninggalkan klub pada akhir Mei lalu, hanya setahun setelah membawa Napoli meraih scudetto 2024-25 dan finis sebagai runner-up musim berikutnya.
Allegri, yang baru saja dipecat AC Milan pada akhir musim lalu, kembali ke klub yang pernah ia bela sebagai pemain pada musim 1997-98. Proses negosiasi sempat tertunda karena Napoli menunggu Allegri menyelesaikan urusan pemutusan kontrak dengan Milan. Kini, dengan kontrak lima tahun di tangan, Allegri dihadapkan pada tantangan besar: mempertahankan kejayaan Napoli di tengah persaingan ketat Serie A.
Pelatih berusia 58 tahun itu merupakan salah satu arsitek sepak bola Italia paling sukses. Ia memenangkan Scudetto bersama Milan pada 2011 sebelum pindah ke Juventus, di mana ia mendominasi Italia dengan lima gelar Serie A beruntun (2014-2019), empat Coppa Italia berturut-turut, dan dua Piala Super Italia. Prestasinya di Eropa juga mentereng dengan dua caps final Liga Champions (2015 dan 2017). Setelah kembali ke Juventus pada 2021, Allegri menambah satu Coppa Italia pada 2024 sebelum mengambil alih Milan untuk periode kedua pada musim 2025-26.
Namun, kepulangan Allegri ke San Siro hanya bertahan satu musim. Milan memecatnya setelah gagal lolos ke Liga Champions, finis di peringkat kelima dengan hanya dua kemenangan dalam delapan laga terakhir. Kepergian Allegri menjadi bagian dari restrukturisasi besar di Milan, yang juga ditinggalkan direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani. Kini, Allegri mendapat kesempatan kedua untuk membangun kembali reputasinya.
Bagi Napoli, perekrutan Allegri menandai babak baru setelah era Conte yang gemilang namun singkat. Conte membawa Napoli juara Serie A 2024-25, mengakhiri penantian panjang klub, tetapi musim berikutnya hanya mampu finis kedua. Allegri diharapkan tidak hanya mempertahankan konsistensi, tetapi juga membawa Napoli lebih kompetitif di Eropa. Dengan pengalaman dua final Liga Champions, Allegri memiliki modal untuk membawa Napoli ke level yang lebih tinggi.
Dari perspektif Indonesia, langkah Napoli ini menarik perhatian karena semakin banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Serie A, terutama setelah kesuksesan klub-klub Italia di kompetisi Eropa. Allegri, yang dikenal dengan pendekatan taktis pragmatis namun efektif, bisa menjadi magnet baru bagi penonton Indonesia. Pertanyaannya, akankah Allegri mampu mengulang kesuksesannya di Juventus bersama Napoli, atau justru menjadi antiklimaks setelah era Conte? Hanya waktu yang akan menjawab.



