Piala Dunia 2026: Jerman Tersingkir Dramatis oleh Paraguay lewat Adu Penalti
Baca dalam 60 detik
- Jerman harus angkat koper lebih awal setelah kalah adu penalti dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Pelatih Julian Nagelsmann mengkritik keputusan wasit yang menganulir gol Jerman, namun mengakui timnya kurang tajam di lini depan.
- Kegagalan ini memicu pertanyaan tentang masa depan Nagelsmann dan regenerasi tim nasional Jerman menjelang Euro dan Nations League.

Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari perkiraan. Tim berjuluk Der Panzer itu harus mengakui keunggulan Paraguay melalui adu penalti di babak 32 besar, sebuah hasil yang mengejutkan publik sepak bola dunia. Pertandingan yang berlangsung di Boston itu menjadi saksi betapa tim raksasa Eropa itu kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Pelatih Julian Nagelsmann, dalam konferensi pers usai laga, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti lambatnya timnya dalam memanfaatkan sisi sayap dan kurangnya ketajaman di kotak penalti. โKami terlalu lama memulai permainan dari sayap. Seiring berjalannya waktu, kami mencoba memaksakan diri dan menciptakan lebih banyak peluang, tapi tidak cukup. Keputusan menganulir gol kami sangat menyakitkan, tapi pada akhirnya kami harus mengakui itu tidak cukup,โ ujar Nagelsmann. Ia juga menambahkan bahwa timnya sebenarnya kompak dan latihan berjalan baik, namun hasil ini membuatnya merasa bersalah kepada para penggemar.
Kiper legendaris Manuel Neuer juga angkat bicara. Menurutnya, timnya kurang beruntung dan tidak memiliki โgigitanโ yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan. โKami tidak menciptakan cukup peluang. Paraguay dua kali gagal dalam adu penalti, seharusnya itu cukup bagi kami untuk menang. Tapi saya lebih khawatir dengan permainan kami secara keseluruhan. Kami harus bisa mengalahkan lawan seperti itu,โ tegas Neuer. Ia juga menyesalkan kurangnya kepercayaan diri pemain yang dieksekusi penalti karena minimnya peluang bersih sepanjang turnamen.
Kai Havertz, yang tampil sebagai starter, mengaku kehilangan kata-kata. Ini adalah Piala Dunia keduanya, dan ia merasa telah mengecewakan tim. โSaya tidak bisa berkata banyak. Piala Dunia kedua saya, dan kami gagal lagi. Yang bisa saya katakan hanyalah maaf. Kami punya rencana besar tahun ini, dan mengecewakan diri sendiri seperti ini bukan perasaan yang menyenangkan,โ ucap Havertz dengan nada tertunduk. Sementara itu, Nadiem Amiri mengaku terkejut dengan eliminasi dini ini. โKami sangat kecewa dan terkejut. Tujuan kami jelas untuk lolos. Tapi itulah sepak bola, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Selamat untuk Paraguay,โ katanya.
Bek Jonathan Tah menambahkan bahwa timnya sudah berjuang maksimal, namun gol yang kebobolan dianggap tidak perlu dan bisa dihindari. โSulit dijelaskan, karena saya merasa kami sudah memberikan segalanya. Gol yang kami kebobolan tidak perlu dan bisa dihindari. Pada akhirnya, kami sudah berusaha maksimal. Tidak ada yang bisa menyalahkan determinasi kami hari ini. Sangat menyakitkan tersingkir dari Piala Dunia seperti ini,โ ujar Tah.
Kekalahan ini membuka kembali perdebatan tentang masa depan Julian Nagelsmann sebagai pelatih kepala. Ia sendiri mengaku siap melanjutkan persiapan untuk Euro dan Nations League, namun juga membuka peluang jika ia tidak lagi diinginkan. โSaya siap, akan senang mempersiapkan tim untuk Euro dan Nations League. Jika saya tidak lagi diinginkan, mereka harus bicara dengan saya,โ ujarnya. Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) tetap mempertahankan Nagelsmann atau mencari wajah baru untuk membangun kembali kejayaan tim?



