Jesse Eisenberg Tolak Peran Mark Zuckerberg di Sekuel The Social Network: 'Saya Ingin Bergerak ke Arah Berbeda'
Baca dalam 60 detik
- Jesse Eisenberg menolak tawaran memerankan Mark Zuckerberg di film sekuel The Social Reckoning karena ingin melepaskan diri dari bayang-bayang karakter tersebut.
- Aaron Sorkin, penulis naskah, menghabiskan tiga hari membujuk Eisenberg sebelum akhirnya menyerah dan memberikan peran itu kepada Jeremy Strong.
- Film yang dijadwalkan rilis Oktober ini akan mengisahkan pengungkapan dokumen Facebook oleh whistleblower Frances Haugen, diperankan Mikey Madison.

Aktor Jesse Eisenberg secara terbuka mengungkapkan alasan di balik keputusannya menolak tawaran untuk kembali memerankan Mark Zuckerberg dalam film sekuel The Social Reckoning, garapan Aaron Sorkin. Eisenberg menegaskan bahwa dirinya tengah berada di fase hidup yang berbeda dan enggan terus dikaitkan dengan pendiri Facebook tersebut.
Dalam wawancara dengan Variety di pemutaran perdana film animasi Minions and Monsters, Eisenberg mengaku sempat berdiskusi panjang dengan Sorkin selama beberapa hari. Meskipun sangat menghormati Sorkin sebagai penulis dan sutradara brilian, Eisenberg merasa sudah waktunya melangkah maju. "Saya hanya bilang bahwa saya bergerak ke arah yang berbeda dalam hidup saya," ujar aktor berusia 42 tahun itu.
Keputusan Eisenberg ini bukan tanpa perdebatan. Sorkin, yang dikenal sebagai kreator serial The West Wing, mengaku telah menghabiskan tiga hari penuh untuk membujuk Eisenberg agar kembali memerankan Zuckerberg. Namun, usahanya sia-sia. Dalam wawancara dengan Vanity Fair, Sorkin menjelaskan bahwa Eisenberg tidak ingin lagi disamakan dengan Zuckerberg di kehidupan nyata. "Dia tidak suka jika ada anak-anak di bandara yang mendatanginya dengan kartu nama bertuliskan 'Saya CEO, b****'," ujar Sorkin, menirukan keluhan Eisenberg.
Keputusan Eisenberg untuk mundur dari peran yang membesarkan namanya ini menjadi sorotan di industri hiburan. Sejak membintangi The Social Network pada 2010, Eisenberg kerap diidentikkan dengan Zuckerberg. Namun, aktor yang juga membintangi A Real Pain itu menegaskan bahwa penolakannya sama sekali tidak berkaitan dengan kualitas film sekuel tersebut. "Semua alasan saya tidak ada hubungannya dengan betapa bagusnya film ini nanti," tegasnya.
Sementara itu, The Social Reckoning akan mengisahkan perjuangan Frances Haugen, seorang whistleblower yang mengungkap dokumen rahasia Facebook pada 2021. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa perusahaan media sosial itu sadar akan dampak buruk platformnya terhadap masyarakat, namun tetap membiarkannya. Peran Haugen diperankan oleh Mikey Madison, aktris yang baru saja memenangkan Oscar lewat film Anora. Madison mengaku tidak bertemu langsung dengan Haugen sebelum syuting, namun telah menulis surat untuknya. "Saya berharap dia merasa bahwa kami menangkap semangat keberaniannya," ujar Madison.
Bagi penonton Indonesia, kisah ini relevan mengingat Facebook (kini Meta) memiliki basis pengguna yang sangat besar di Tanah Air. Kasus kebocoran data dan dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental juga menjadi perhatian publik Indonesia. Film ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan tanggung jawab platform digital.
Dengan absennya Eisenberg, publik penasaran bagaimana Jeremy Strong akan membawakan karakter Zuckerberg. Akankah ia mampu memberikan interpretasi baru yang segar, atau justru akan dibanding-bandingkan dengan pendahulunya? Yang jelas, The Social Reckoning menjanjikan drama politik dan etika yang menggugah, terutama di era di mana kekuasaan teknologi semakin tak terkendali.



