Kreator The Love Boat, Wilford Lloyd Baumes, Meninggal di Usia 86
Baca dalam 60 detik
- Wilford Lloyd Baumes, otak di balik serial ikonik The Love Boat, meninggal dunia pada 28 Juni di usia 86 tahun.
- Selain The Love Boat, ia juga memproduseri Wonder Woman dan terlibat dalam miniseri Holocaust Qb VII.
- Kepergiannya meninggalkan warisan berupa tayangan yang membentuk budaya pop global, termasuk di Indonesia.

Dunia hiburan kehilangan salah satu kreator legendarisnya. Wilford Lloyd Baumes, pria yang mengadaptasi memoar Jeraldine Saunders menjadi serial fenomenal The Love Boat, meninggal dunia pada 28 Juni di usia 86 tahun. Kabar duka ini disampaikan melalui obituari dari Mihovk-Rosenacker Funeral Homes di Ohio, yang menyebut Baumes berpulang dengan tenang.
Lahir dan besar di Amberley Village, Ohio, Baumes kemudian menetap di Santa Barbara, California. Di sanalah ia mengembangkan karier gemilang di industri televisi. Namun, namanya melambung berkat satu ide cemerlang: mengubah buku The Love Boatsโyang mengisahkan pengalaman Saunders sebagai pemandu kapal pesiarโmenjadi serial televisi. Inspirasi itu muncul setelah ia membaca ulasan koran yang menyebut buku tersebut mengungkap betapa mudahnya menjalin hubungan di atas kapal pesiar. Baumes pun menggandeng produser legendaris Aaron Spelling untuk mendapatkan hak adaptasi.
The Love Boat tayang selama sepuluh musim, dari 1977 hingga 1987, dan dibintangi Gavin MacLeod, Lauren Tewes, Bernie Kopell, serta Patricia Klous. Setiap episode menyajikan kisah cinta dan drama antarkarakter yang berlayar di kapal pesiar. Serial ini menjadi fenomena global, termasuk di Indonesia, di mana tayangan tersebut ditayangkan di stasiun televisi lokal dan meninggalkan kesan mendalam bagi pemirsa era 80-an dan 90-an.
Tak hanya The Love Boat, Baumes juga memproduseri serial superhero Wonder Woman yang dibintangi Lynda Carter. Tayangan ini berlangsung dari 1975 hingga 1979, dengan musim pertama berlatar Perang Dunia II sebelum melompat ke era 1970-an. Di Indonesia, Wonder Woman juga populer dan menjadi salah satu tayangan yang membentuk ingatan kolektif penonton tanah air akan pahlawan super wanita.
Karya Baumes lainnya mencakup penulisan untuk The Wide World of Mystery dan Help, Inc., serta kolaborasi dengan produser eksekutif Douglas S. Cramer dalam Bridget Loves Bernie, Nightmare in Badham County, dan Who Is the Black Dahlia?. Ia juga terlibat dalam miniseri Holocaust yang diakui secara kritis, Qb VII. Di luar layar kaca, Baumes dikenal sebagai desainer interior berbakat yang menciptakan rumah-rumah indah, beberapa di antaranya dimuat di Santa Barbara Magazine dan Architectural Digest.
Obituari mengenang Baumes sebagai pribadi kreatif, murah hati, dan penuh perhatian. Pesta koktail yang ia gelar selalu meninggalkan kenangan indah bagi keluarga dan teman-temannya. Keluarga meminta donasi ke Alzheimerโs Association sebagai ganti bunga. Warisan Baumes, terutama melalui The Love Boat, akan terus dikenang sebagai salah satu serial yang merajut kisah cinta antarbudaya, termasuk di Indonesia yang juga menikmati tayangan tersebut.
Dengan kepergian Baumes, industri hiburan kehilangan seorang visioner yang mampu mengubah cerita sederhana menjadi tayangan lintas generasi. Akankah ada lagi kreator yang mampu menciptakan serial dengan daya tarik universal seperti The Love Boat? Pertanyaan itu kini menggantung di tengah hiruk-pikuk industri streaming yang terus berubah.



