Hari Pertama Syuting The Dog Stars, Josh Brolin Nyaris Kabut: Ada yang Salah Besar
Baca dalam 60 detik
- Josh Brolin hampir hengkang dari proyek Ridley Scott setelah satu hari syuting karena metode sutradara yang tidak biasa membuatnya panik.
- Kekhawatiran Brolin sirna setelah melihat rekaman harian yang memperlihatkan kedalaman adegan yang dihasilkan dari teknik multi-kamera Scott.
- Film post-apokaliptik yang diadaptasi dari novel Peter Heller ini dijadwalkan rilis Agustus 2025 dan dibintangi Jacob Elordi serta Margaret Qualley.

Kepanikan menghantam Josh Brolin hanya dalam sehari setelah ia memulai syuting film terbaru Ridley Scott, The Dog Stars. Sang aktor mengaku sempat menelepon agennya dan meminta keluar dari proyek karena merasa ada yang “sangat salah” dengan pendekatan sutradara legendaris tersebut.
Dalam wawancara dengan Empire, Brolin menceritakan pengalaman pertamanya di lokasi syuting drama pasca-apokaliptik itu. Ia melihat Scott lebih banyak bercerita daripada melakukan latihan adegan, sebuah gaya yang membuatnya gelisah. “Saya kembali ke trailer, menelepon agen, dan bilang, ‘Saya ingin keluar. Ada yang benar-benar salah, saya harus pergi dari sini,’” ujar Brolin. Untungnya, agen yang juga sahabatnya menyarankan untuk beristirahat sehari sebelum mengambil keputusan final.
Metode kerja Scott memang berbeda dari kebanyakan sutradara. Ia dikenal gemar menggunakan banyak kamera—kadang hingga 11 unit—untuk merekam satu adegan dari berbagai sudut secara bersamaan. Teknik ini memungkinkan Scott mengurangi jumlah pengambilan gambar, menghemat waktu dan biaya produksi. Namun bagi Brolin yang terbiasa dengan proses rehearsal intensif, pendekatan tersebut terasa asing dan menimbulkan keraguan.
Kunci perubahan terjadi saat Scott mengajak Brolin ke trailernya dan memutar rekaman mentah adegan yang baru saja mereka selesaikan. “Adegan itu sangat bagus, sangat dinamis antara saya dan Jacob [Elordi]. Scott hanya bertanya, ‘Oke?’ Saya jawab, ‘Oke.’ Sejak saat itu saya mulai percaya pada visinya,” kenang Brolin. Momen itu menjadi titik balik yang menyelamatkan keterlibatannya dalam film yang dijadwalkan rilis Agustus 2025.
Film ini mengisahkan seorang pilot yang mengira dirinya sendirian setelah kiamat, hingga ia mendengar transmisi radio yang mengubah segalanya. Dalam perjalanannya mencari pengirim pesan, ia ditemani seekor anjing setia. Bagi penonton Indonesia, kisah survival dengan nuansa emosional seperti ini memiliki daya tarik tersendiri, mengingat kesuksesan film-film bertema ketahanan manusia seperti The Revenant yang juga ditulis Smith.
Kisah Brolin hampir mundur dari proyek ini mengingatkan bahwa di balik layar film besar, ketegangan antara aktor dan sutradara bisa menjadi bumbu yang justru menghasilkan karya kuat. Scott, yang telah memproduksi puluhan film ikonik, tampaknya tetap percaya pada instingnya—dan hasil akhirnya berhasil meyakinkan Brolin. Pertanyaan yang tersisa: akankah The Dog Stars menjadi salah satu film pasca-apokaliptik yang paling dikenang tahun ini?



