Usai Obsession Tembus Rp4,8 Triliun, Curry Barker Siap Tampilkan Wajah Baru di Film Anything But Ghosts
Baca dalam 60 detik
- Cooper Tomlinson mengungkapkan bahwa Curry Barker akan menampilkan sisi berbeda dalam film terbaru mereka, Anything But Ghosts, yang sudah diakuisisi Focus Features.
- Film yang dibintangi Aaron Paul dan Bryce Dallas Howard ini mengisahkan dua penipu yang berpura-pura sebagai pemburu hantu, lalu berhadapan dengan entitas nyata.
- Kesuksesan Obsession yang meraup lebih dari 300 juta dolar AS dari modal hanya 750 ribu dolar AS menjadi bukti bahwa film indie bisa bersaing di pasar global.

Setelah Obsession mencengangkan industri perfilman dengan pendapatan global lebih dari 300 juta dolar AS dari modal hanya 750 ribu dolar AS, sutradara Curry Barker kembali berkolaborasi dengan sahabatnya, Cooper Tomlinson, dalam proyek terbaru bertajuk Anything But Ghosts. Tomlinson, yang juga berperan sebagai produser dan penulis naskah, menjanjikan bahwa film ini akan menampilkan sisi lain dari Barker yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Dalam wawancara dengan Raiders of the Lost Podcast, Tomlinson mengungkapkan bahwa Anything But Ghosts menjadi ajang bagi Barker untuk mengeksplorasi kemampuan akting dan penyutradaraan secara bersamaan. "Dia akan menunjukkan sisi berbeda dari dirinya," ujar Tomlinson. Film yang telah menyelesaikan produksi sebelum Obsession meledak di pasaran ini mengikuti kisah dua penipu yang menyamar sebagai pemburu hantu, namun situasi berubah mengerikan ketika mereka benar-benar berhadapan dengan kekuatan gaib.
Selain Tomlinson dan Barker, film ini juga dibintangi oleh Aaron Paul, Bryce Dallas Howard, dan Violet McGraw. Kehadiran nama-nama besar ini menandai langkah signifikan bagi Barker yang sebelumnya hanya menggarap film dengan biaya produksi sangat rendah. Obsession sendiri, yang dibuat dengan dana minim, berhasil menjadi fenomena global dan mengukuhkan Barker sebagai sutradara yang patut diperhitungkan.
Tomlinson menggambarkan proses pembuatan Anything But Ghosts sebagai pengalaman yang sangat menantang, namun ia menekankan pentingnya menjaga pendekatan "tetap rendah hati" (stay scrappy). "Kami tidak ingin memperlakukan film ini sebagai sesuatu yang terlalu besar atau istimewa, karena itu bisa merusak keajaibannya," jelasnya. Ia juga memuji kemampuan Barker yang harus menyutradarai adegan sepanjang empat halaman sambil tetap berakting di dalamnya.
Bagi industri film Indonesia, kisah Barker menjadi inspirasi bahwa film indie dengan modal terbatas bisa menembus pasar global. Obsession yang meraup keuntungan 400 kali lipat dari biaya produksinya menunjukkan bahwa cerita orisinal dan eksekusi yang tepat lebih penting daripada anggaran besar. Fenomena ini juga mengingatkan pada beberapa film horor Indonesia yang berhasil menarik perhatian internasional, meski dengan skala yang lebih kecil.
Dalam wawancara terpisah dengan Variety, Barker mengaku bahwa Obsession mengajarinya cara berkolaborasi dengan lebih banyak orang. "Saya selalu takut membiarkan terlalu banyak orang masuk karena saya sangat menjaga visi saya. Tapi saya belajar bahwa jika Anda bisa menyampaikan visi dan semangat Anda kepada mereka, mereka akan mengembalikannya dengan antusiasme yang sama," tuturnya. Kini, dengan Anything But Ghosts yang sudah di tangan Focus Features, publik menantikan apakah Barker mampu mengulang kesuksesan Obsession atau justru menghadirkan kejutan baru.



