Roxy Music Buka Arsip 50 Tahun: Album For Your Pleasure Dapat Edisi Super Deluxe dengan Demo Langka
Baca dalam 60 detik
- Edisi ulang For Your Pleasure akan dirilis 6 November 2025, menampilkan materi yang belum pernah didengar publik.
- Kaset demo asli rekaman di cottage Derbyshire dan flat London Bryan Ferry akhirnya dirilis untuk pertama kalinya.
- Penggemar di Indonesia bisa menikmati versi Dolby Atmos dan Super Deluxe yang mencakup 116 halaman buku arsip.

Lima puluh tiga tahun setelah dirilis, album kedua Roxy Music yang menjadi tonggak sejarah art-rock Inggris, For Your Pleasure, akan kembali hadir dalam kemasan istimewa. Pada 6 November mendatang, band yang dipimpin Bryan Ferry ini akan merilis edisi ulang besar-besaran yang mencakup demo yang belum pernah dirilis, rekaman rumahan, dan rekaman live langka dari era 1970-an.
Album yang awalnya diluncurkan pada 23 Maret 1973 ini dianggap sebagai karya yang mengukuhkan Roxy Music sebagai salah satu grup paling berani di Inggris. Kini, para penggemar dapat menyelami proses kreatif di balik album tersebut, mulai dari sketsa awal hingga rekaman di studio. Edisi ini menjadi jendela untuk melihat bagaimana Ferry, Phil Manzanera, Andy Mackay, Brian Eno, dan Paul Thompson membangun album lanjutan dari debut mereka yang sukses.
Bryan Ferry sendiri mengungkapkan bahwa tekanan untuk membuat album kedua justru menjadi pendorong kreativitasnya. "Itu tekanan yang baik. Menyadari bahwa sekarang ada penonton yang cerdas untuk menulis. Saya merasa bertanggung jawab atas karya ini, terutama pada liriknya," ujarnya. Untuk menulis lagu-lagu seperti "In Every Dream Home A Heartache" dan "Editions Of You", Ferry mengasingkan diri ke sebuah cottage terpencil di Derbyshire. "Saya benar-benar sendirian di sana, fokus menulis. Lembaran kertas berserakan di lantai," kenangnya.
Kaset-kaset rapuh yang direkam di cottage dan flat Ferry di London ternyata masih tersimpan dan akan dirilis untuk pertama kalinya. Salah satunya adalah "Grey Lagoons โ 1971 Demo", rekaman awal yang menampilkan Ferry, Andy Mackay, Brian Eno, Graham Simpson, dan Roger Bunn. Selain itu, ada juga outtake dari AIR Studios dan rekaman live dari Montreux 1973 yang belum pernah didengar publik.
Bagi penggemar di Indonesia, edisi ulang ini menjadi kesempatan langka untuk memiliki karya klasik dalam format terbaik. Tersedia dalam berbagai pilihan, mulai dari 2LP, 2CD, Blu-Ray dengan Dolby Atmos, hingga Super Deluxe Edition yang berisi 3CD dan 1DVD. Edisi termahal ini mencakup 20 sketsa lagu yang belum pernah dirilis, latihan, outtake studio, 14 trek live dan instrumental baru, serta buku setebal 116 halaman berisi foto langka, catatan lirik, dan materi arsip.
Nick de Ville, desainer yang berperan dalam visual ikonik Roxy Music, mengenang sesi pemotretan sampul album asli. "Bryan mengenakan seragam sopir, Amanda Lear sebagai femme fatale, Cadillac de Ville, dan showroom mobil kosong di Marylebone. Profesional yang baik selalu menemukan jalan," katanya. Kenangan ini menjadi bagian dari narasi yang memperkaya edisi ulang ini.
Bagi kolektor dan penggemar musik progresif di Indonesia, edisi ini bukan sekadar barang nostalgia, melainkan investasi budaya. Dengan hadirnya materi yang sebelumnya hanya tersimpan di arsip pribadi, pendengar dapat merasakan evolusi kreatif Roxy Music secara lebih utuh. Apakah edisi ulang ini akan menginspirasi apresiasi baru terhadap musik art-rock di era digital? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: warisan Roxy Music tetap hidup.



